Gus Ipul Ingatkan Kepsek Awasi Ketat Operasional Sekolah Rakyat

admin
By admin
4 Min Read

MediaKeadilan.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengimbau para Kepala Sekolah Rakyat menjalankan pengawasan secara ekstra terhadap kondisi sekolah, mengawali dari aspek kebersihan lingkungan, pemeliharaan fasilitas, hingga pengelolaan administrasi dan keuangan.

Arahan tersebut disampaikan Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat rapat bersama Kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia secara daring dari Kantor Keaparatur negara kementerianan Sosial, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Gus Ipul menyebutkan Sekolah Rakyat sebagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto akan terus berkembang bersama jumlah siswa yang meningkat setiap tahun. Karena itu, para kepala sekolah perlu bersiap mengemban tanggung jawab yang semakin besar.

“Saya mengajak para kepala sekolah naik level cara berpikirnya. Karena Bapak-Ibu sekalian ini bukan cuma sekadar kepala sekolah biasa, tapi merupakan kepala sekolah istimewa,” ujarnya.

Tahun ini, Sekolah Rakyat diproyeksikan menampung sekitar 45 ribu siswa. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi 150 ribu siswa pada tahun berikutnya dan terus bertambah seiring pembangunan gedung permanen.

Khusus untuk sekolah yang telah menempati gedung permanen, Gus Ipul mengimbau kepala sekolah tidak menyerahkan urusan perawatan cuma kepada petugas tertentu. Guru, tenaga kependidikan, petugas keamanan, petugas kebersihan, hingga seluruh masyarakat sekitar sekolah perlu dilibatkan demi menjaga fasilitas bersama.

“Bagi yang telah berada di gedung permanen ini saya harapkan Bapak-Ibu sekalian cermat, teliti, dan sekaligus secara terus-menerus menjalankan pengawasan. Gerakkan seluruh sumber daya yang dimiliki di sana,” katanya.

Kebiasaan merawat sekolah, menurut Gus Ipul, dapat dimengawali dari hal sederhana. Ia mengenalkan gerakan “Lisa Bunga”, singkatan dari Lihat Sampah, Ambil, dan Buang pada Tempatnya.

“Gerakan ‘Lisa Bunga’. Dimotori oleh para kepala sekolah. Kepala sekolah kerap-kerap menjadi contoh, menjadi kompas moral,” ujarnya.

Perhatian khusus juga diberikan pada kebersihan toilet. Pada tahap awal, Gus Ipul mengimbau kepala sekolah mengecek toilet siswa minimal dua kali sehari, baik di asrama maupun area sekolah. Ketersediaan air dan kebiasaan pengguna demi membersihkan toilet semasih belum meninggalkannya juga wajib diperhatikan.

“Kata kunci kita demi menentukan kebersihan yang pertama-tama merupakan toilet kita. Kalau toiletnya telah bersih, insya Allah tempat tidurnya akan makin bersih. Dapur kita akan makin bersih, kelas-kelas kita akan makin bersih,” katanya.

Pengawasan juga berlaku terhadap pemasangan berbagai fasilitas tambahan di gedung permanen. Gus Ipul mengimbau pemasangan AC, CCTV, kabel, saluran pembuangan air, maupun sarana lainnya direncanakan bersama baik dan tidak dikerjakan sekadar agar cepat terpasang.

“Jangan mau tidak rapi, jangan mau asal pasang. Tidak peduli indah atau tidak. Kepala sekolah wajib mengonfirmasi pemasangan CCTV maupun AC dan yang lain-lainnya wajib rapi,” tegasnya.

Selain kondisi fisik sekolah, Gus Ipul mengimbau pengawasan juga menyentuh pengelolaan administrasi dan keuangan. Hal ini perlu dibiasakan sejak awal lantaran ke depan kepala sekolah akan memegang tanggung jawab makin besar dalam pengelolaan anggaran.

“Usahakan tata kelola keuangan kita itu benar-benar diterapkan bersama baik. Jangan ada penyimpangan, jangan ada penyelewengan. Karena saya ingin kepala sekolah seluruh selamat. Selamat dalam bertugas, selamat nanti bila telah pensiun,” katanya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article