Bukan Gegara Sowan ke Jokowi, PDIP Buka Pemicu Pemecatan Achmad Hidayat: Ada Pidana dan Perdata!

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – PDI Perjuangan (PDIP) akhirnya angkat bicara meluruskan klaim mantan kadernya, Achmad Hidayat, mengenai alasan pemecatannya.

Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, secara tegas membantah isu yang menyebutkan bahwa pencabutan status keanggotaan Achmad murni didikarenakankan oleh aksi sowan ke Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Said membeberkan ada sederet rekam jejak pelanggaran lain yang menjadi pertimbangan utama partai banteng tersebut.

“Oh, ada anggota dari PDI Perjuangan namanya Achmad Hidayat. Dia menegaskan bahwa menurut dia, dia dipecat lantaran sowan ke Pak Jokowi,” kata Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Menurut Said, publik tidak tahu bahwa pelanggaran yang dilakukan oleh Achmad telah menumpuk di internal partai.

“Yang terjadi sesungguhnya, terlalu sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh Achmad Hidayat yang tidak kami sampaikan ke publik, dan bahkan Achmad Hidayat ini berkoar-koar, bila kita ngelihat record-nya dia di Instagram dia, dia itu berani mati demi membela Ibu Mega. Tapi kelakuannya jauh dari apa yang menjadi concern partai dan instruksi Ibu Mega,” katanya.

Menurutnya, tidak ada yang dapat dipercaya dari pernyataan Achmad Hidayat soal dirinya dipecat lantaran sowan ke Jokowi.

“Sudahlah, kan bukan cuma dia yang ke Pak Jokowi. Orang tiap hari mondar-mandir ke Pak Jokowi, kita biasa-biasa saja. Pak Jokowi ke mana, kita ke mana, kita jalannya telah berbeda. Sehingga nggak ada urusan. Tidak ada orang datang ke Pak Jokowi dipecat,” ujarnya.

Saat ditanya soal pelanggaran yang dilakukan Achmad, Said menyinggung soal pelanggaran pidana juga ada pelanggaran perdata.

“Ada perdata, ada pidana. Nah, silakan kepada berbagai pihak yang kena pihak korban dari Achmad Hidayat demi menuntut ke APH,” pungkasnya.

Semasih belumnya, Achmad Hidayat buka suara setelah DPP PDI Perjuangan atau PDIP memutuskan memecat dirinya dari keanggotaan partai.

Alih-alih menyerahkan perlawanan, Achmad menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang sempat diberikan demi berkontribusi dalam perjalanan politik PDI Perjuangan.

Achmad mengakui kontribusinya terhadap partai tidak besar. Namun, dia merasa sempat terlibat dalam sejumlah agenda pemenangan PDI Perjuangan di Surabaya, termasuk pada Pemilu 2024.

Salah satu kontribusi yang disebutnya merupakan menolong mempertahankan kepemimpinan PDI Perjuangan di DPRD Kota Surabaya setelah Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.

“Terima kasih DPP PDI Perjuangan telah diberikan kesempatan berpartisipasi walaupun kecil terhadap perjalanan pemenangan partai pada Pileg 2024, mempertahankan kepemimpinan Ketua DPRD di Kota Surabaya,” kata Achmad melansir Beritajatim–jaringan MediaKeadilan.com, Senin (14/9/2026).

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article