Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan jabatan yang diembannya maupun kepala daerah, termasuk Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, merupakan amanah dari rakyat.

Menurut Prabowo, para aparatur negara negara pada dasarnya merupakan petugas yang mendapat mandat demi melayani rakyat. Karena itu, seluruh pikiran, tenaga, dan upaya wajib diprioritaskan demi kepentingan masyarakat sekitar.

“Semuanya demi rakyat Indonesia,” kata Prabowo saat meresmikan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Rabu (16/9/2026).

Prabowo juga mengingatkan aparatur negara yang merasa tidak sanggup menjalankan amanah demi berani mengundurkan diri.

“Dan bila kita tidak kuat dan kita tidak sanggup, ya kita wajib ksatria, kita wajib minggir. Selama kita mau menyambut baik mandat ini, selama kita mau menyambut baik kehormatan melayani rakyat Indonesia, selama itu kita wajib bekerja cuma demi kepentingan yang besar, kepentingan bangsa, kepentingan rakyat,” ujar Prabowo.

Prabowo Puji Kinerja Pramono

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo secara terbuka memuji kinerja Pramono Anung sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Pujian itu disampaikan Prabowo di hadapan Pramono saat peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai.

“Intinya selamat terima kasih kepala daerah. Saya wajib akui, bila ada kepala daerah yang hebat ya saya akui dia hebat, wakil kepala daerah,” kata Prabowo.

Prabowo lalu menyinggung perbedaan latar belakang partai politik antara dirinya dan Pramono. Prabowo berasal dari Partai Gerindra, sementara Pramono merupakan politikus PDI Perjuangan (PDIP).

“Walaupun walaupun bukan dari partai saya. Tapi ini wajib mendorong partai-partai lain, ya kan, ya kerja yang bener dong. Terima kasih. Selamat Pak Pramono selamat. Doel, tapi kini telah gak anak jalanan ya,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, pengelolaan Jakarta dan daerah sekitarnya dapat menjadi contoh bahwa kerja sama antara pihak pemerintah pusat dan daerah tetap dapat berjalan meski pemimpinnya berasal dari partai politik berbeda.

Ia menilai Jakarta memperlihatkan bahwa bangsa Indonesia mampu mengelola kawasan aglomerasi bersama aman, demokratis, dan tertib.

“Contoh yang teramat baik daripada bernegara secara Indonesia. Saya, Presiden Republik Indonesia, memimpin pihak pemerintah pusat. Saudara Pramono Anung, Gubernur DKI, memimpin pihak pemerintah daerah Jakarta. Kita datang dari partai yang berbeda. Kita bersaing dalam pemilihan umum,” kata Prabowo.

“Tapi kita dapat bekerja sama. Kita dapat saling menghormati lantaran kita sadar, di dalam hati sanubari kita bahwa kita dipilih oleh rakyat. Kita di sini, saya di sini sebagai Presiden, Saudara Pramono sebagai Gubernur, Saudara Rano sebagai Wakil Gubernur, pelayan rakyat. Kita petugasnya rakyat,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article