Genjot Ekonomi Lokal, UMKM Dapat Fasilitas Baru

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – MMS Group Indonesia (MMSGI) bersama Yayasan Life After Mine (LINE) dan MMS Land melalui Pullman Bali Legian Beach menggelar sejumlah program pemberdayaan masyarakat sekitar di Bali.

Program yang dikemas dalam MMSGI Connect 2026 itu menyasar dua sektor sekaligus, yakni tersangka usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di kawasan Pantai Legian serta edukasi lingkungan untuk siswa sekolah dasar.

Dalam mendukung aktivitas UMKM, MMSGI bersama Yayasan LINE dan MMS Land menyerahkan 20 unit parasol dan 9 tempat sampah terpilah kepada tersangka usaha di kawasan Pantai Legian melalui PUBDA Legian.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas pedagang yang sehari-hari menggantungkan usaha dari kawasan wisata Pantai Legian, sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Tak cuma menyasar tersangka usaha, MMSGI juga mengangkut program lingkungan ke sekolah melalui Bigger Dream 2026. Kegiatan bertajuk MMSGI Eco Warriors tersebut melibatkan 150 siswa dan 25 guru SD Negeri 1 Legian, 30 pegawai MMSGI, serta komunitas Malu Dong Bali.

Kegiatan diawali bersama aksi bersih-bersih Pantai Legian pada Minggu (27/9). Para siswa diajak menyaksikan langsung persoalan sampah di kawasan pantai dan belajar bahwa kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama.

Edukasi lalu dilanjutkan di SD Negeri 1 Legian bersama metode “Lihat, Pungut, Pilah, Buang”. Para siswa diajarkan mengenali jenis sampah, memilahnya berdasarkan kategori, hingga memahami bahwa sejumlah material masih dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai.

Untuk menjaga agar kebiasaan tersebut tidak berhenti pada kegiatan edukasi, MMSGI turut menyerahkan fasilitas pengelolaan sampah kepada sekolah, mengawali dari tempat sampah terpilah, bottle press, tumbler hingga perlengkapan kebersihan.

Dukungan serupa diberikan kepada komunitas Malu Dong Bali berupa eco vest dan drop box sampah demi menunjang aktivitas pengumpulan sampah di kawasan Pantai Legian.

CEO MMSGI Sendy Greti menyebutkan pemberdayaan masyarakat sekitar menjadi untukan penting dari rangkaian kegiatan tersebut.

“Bagi kami, koneksi menjadi makin bermakna ketika dapat diterjemahkan menjadi pemberdayaan. Melalui dukungan kepada tersangka UMKM, edukasi untuk kalangan anak, serta kolaborasi bersama sekolah dan komunitas, kami ingin menghadirkan manfaat yang dapat terus tumbuh untuk masyarakat sekitar sekaligus lingkungan,” ujar Sendy.

Kepala SD Negeri 1 Legian Noor Octa Fiyanti menyambut pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, edukasi pengelolaan sampah secara langsung menyerahkan pengalaman untuk siswa demi memahami pentingnya menjaga lingkungan.

“Dengan belajar mengelola sampah secara sirkular pada hari ini, kalangan anak sedang menjaga masa depan mereka sendiri,” katanya.

Melalui MMSGI Connect 2026, korporasi menggabungkan dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar bersama program edukasi dan lingkungan.

Langkah tersebut menjadi untukan dari semangat “Berdayakan Masa Depan” yang diusung MMSGI, bersama menempatkan kolaborasi bersama tersangka usaha, sekolah dan komunitas sebagai untukan dari pemberdayaan masyarakat sekitar di kawasan wisata Bali.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article