MediaKeadilan.com – Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto mendesak pihak pemerintah dalam waktu dekat mencari solusi menyeluruh atas kemacetan panjang yang berulang di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.
Menurut Edi, kemacetan yang telah berlangsung sekitar empat bulan itu bukan cuma menghambat kendaraan menuju pelabuhan, namun juga mengganggu aktivitas masyarakat sekitar yang tinggal di sepanjang jalur Ketapang.
Sorotan kembali muncul setelah sekitar 100 masyarakat sekitar dari berbagai unsur masyarakat sekitar mendatangi kantor ASDP Cabang Ketapang.
Mereka mengeluhkan kemacetan yang terus berulang hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Antrean kendaraan bahkan sempat mencapai sekitar 12 kilometer.
“Ini telah berlangsung berbulan-bulan, tentu kita wajib lihat persoalannya secara utuh. Jangan cuma bicara kendaraan yang antre. Ada masyarakat sekitar yang setiap hari hidup dan beraktivitas di sekitar pelabuhan,” ungkap Edi dikutip Selasa (29/9/2026).
Edi mengimbau Keaparatur negara kementerianan Perhubungan, ASDP, dan pihak pemerintah daerah duduk bersama mengevaluasi pola penanganan kemacetan yang selama ini dilakukan.
Evaluasi, kata dia, wajib mencakup seluruh rangkaian operasional, mengawali dari kapasitas pelabuhan, pengaturan kendaraan semasih belum masuk pelabuhan, proses boarding, bongkar muat, kesiapan kapal, hingga pengaturan arus kendaraan di jalan menuju Ketapang.
Di sisi lain, Edi menilai persoalan kendaraan over dimension over loading (ODOL) tetap wajib ditertibkan. Namun, penindakan terhadap kendaraan ODOL tidak boleh menjadi satu-satunya jawaban atas kemacetan yang terus berulang.
“Kalau macetnya terus berulang, berarti ada sistem yang wajib kita benahi,” ujarnya.
Edi menegaskan Pelabuhan Ketapang memiliki peran penting dalam pergerakan orang dan distribusi barang antara Jawa dan Bali. Karena itu, kelancaran operasional pelabuhan wajib tetap berjalan tanpa mengorbankan akses masyarakat sekitar di sekitarnya.
“Pemerintah wajib hadir mengonfirmasi dua-duanya berjalan, pelayanan penyeberangan lancar dan masyarakat sekitar juga tidak kehilangan aksesnya,” pungkasnya.
