MediaKeadilan.com – Narapidana hukuman mati Christa Gail Pike masih hidup setelah menyambut baik suntikan mematikan di Tennessee, Amerika Serikat.
Informasi tersebut disampaikan Luke Ihnen, pengacara pembela federal yang tergabung dalam tim hukum Pike.
Ihnen menyebutkan Pike telah menyambut baik dua suntikan obat mematikan dalam proses eksekusi.
Tim pembela lalu mengajukan permohonan darurat demi menghentikan eksekusi tersebut.
Sejumlah saksi yang berada di ruang pengamatan menggambarkan situasi tidak biasa selama proses eksekusi berlangsung di fasilitas pemasyarakat sekitaran Nashville.
Salah satu saksi menyebutkan tirai sempat ditutup sejumlah kali berakibat orang-orang di ruang pengamatan tidak dapat menyaksikan langsung apa yang terjadi di dalam ruang eksekusi.
Berdasarkan catatan waktu yang dilaporkan, para saksi memasuki ruang pengamatan sekitar pukul 18.41 waktu setempat.
Tirai baru dibuka pada pukul 19.26, lalu kembali ditutup dan dibuka sejumlah kali semasih belum para saksi meninggalkan ruangan sekitar pukul 20.53.
Seorang saksi bahkan menyebutkan sejumlah untukan penting dari proses tersebut berlangsung di balik tirai.
“Banyak hal terjadi di balik tirai tertutup ketika Christa Pike masih hidup. Banyak untukan dari eksekusi, atau percobaan eksekusi, terjadi ketika kami tidak dapat menyaksikan apa yang sedang berlangsung,” ucapnya dikutip dari WVLT 8.
Menurut kesaksian yang disampaikan sejumlah saksi, Pike sejumlah kali mengeluhkan rasa sakit selama proses pemberian suntikan.
Pike disebut menyebutkan pembuluh darah di lengannya terasa bagaikan akan pecah. Ia juga mengeluhkan salah satu untukan lengannya yang terasa berdenyut hebat.
Sekitar pukul 23.37 waktu setempat, tim pembela Pike menegaskan bahwa klien mereka telah dibawa ke rumah sakit terdekat demi memperoleh perawatan medis.
Namun, pengacara menyebutkan masih belum memperoleh informasi mengenai kondisi terkini Pike.
Dalam pernyataannya, tim hukum Pike menilai negara untukan Tennessee kembali tidak berhasil menjalankan eksekusi secara sah.
