WiFi Publik Apakah Aman? Ini Cara Mengaktifkan Privasi Agar Tak Dipantau

admin
By admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaKeadilan.com – WiFi publik kerap menjadi solusi praktis ketika kuota internet terbatas atau koneksi seluler sedang kurang stabil. Jaringan ini dapat ditemukan di berbagai tempat, bagaikan kafe, restoran, hotel, mal, bandara, stasiun, perpustakaan hingga ruang publik.

Namun, muncul pertanyaan: WiFi publik apakah aman?

WiFi publik tidak senantiasa berbahaya, namun pengguna perlu berhati-hati lantaran jaringan tersebut pada dasarnya merupakan jaringan yang tidak sepenuhnya dapat dipercaya. Jika digunakan sembarangan, aktivitas internet dan data pribadi berpotensi menyikapi berbagai risiko keamanan.

Karena itu, penting mengetahui cara melindungi privasi ketika terhubung ke WiFi publik, termasuk bersama memakai HTTPS, VPN dan DNS Privat.

Apa Itu WiFi Publik?

WiFi publik merupakan jaringan internet yang dapat digunakan oleh masyarakat sekitar atau sejumlah pengguna di suatu lokasi. Aksesnya dapat diberikan secara gratis atau membutuhkan password yang diuntukkan kepada pelanggan maupun pengunjung.

Contoh WiFi publik antara lain:

Meskipun memakai password, sebuah jaringan tetap perlu diperlakukan bersama hati-hati lantaran password WiFi publik dapat diketahui oleh sejumlah orang.

WiFi Publik Apakah Aman?

WiFi publik dapat digunakan bersama relatif aman, namun tidak sebaiknya dianggap sebagai jaringan pribadi.

Salah satu masalahnya merupakan pengguna tidak senantiasa mengetahui siapa saja yang berada dalam jaringan yang sama atau bagaimana jaringan tersebut dikonfigurasi.

Ada pula risiko munculnya jaringan WiFi palsu. Pelaku dapat menciptakan jaringan bersama nama yang menyerupai jaringan resmi, misalnya memakai nama sebuah kafe atau tempat umum.

Jika pengguna tersambung ke jaringan palsu tersebut, aktivitas internetnya berpotensi dipantau atau diarahkan ke halaman berbahaya.

Bahaya Menggunakan WiFi Publik

Ada sejumlah risiko yang perlu diperhatikan ketika memakai WiFi publik.

1. Pencurian Data
Jaringan yang tidak aman dapat meningkatkan risiko penyadapan terhadap lalu lintas internet. Data sensitif bagaikan informasi login dapat menjadi target apabila pengguna mengakses layanan yang tidak memiliki perlindungan enkripsi memadai.

2. Serangan Man-in-the-Middle
Dalam serangan man-in-the-middle, penyerang berupaya menempatkan dirinya di antara perangkat pengguna dan layanan internet.

Kondisi tersebut dapat mebarangkalikan komunikasi dipantau atau dimanipulasi apabila koneksi tidak terlindungi bersama baik.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article