AI Claude Diduga Dipakai Houthi Kembangkan Rudal dengan Jangkauan 2.000 Km

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Kelompok Houthi di Yaman utara diduga memakai kecerdasan buatan (AI) Claude demi mengembangkan perangkat lunak pengendali senjata , termasuk rudal balistik jarak jauh.

Temuan ini diungkap korporasi AI asal Amerika Serikat, Anthropic, dalam laporan terbarunya mengenai penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan.

Laporan Anthropic menyebut pihaknya mengidentifikasi sekelompok aktor berbahaya di Yaman utara yang diduga menjalankan tiga program pengembangan senjata.

Program tersebut mencakup rudal kendali, rudal balistik bertingkat bersama jangkauan makin dari 2.000 kilometer, serta sejumlah varian rudal lainnya.

Anthropic menegaskan kelompok tersebut memanfaatkan Claude demi menolong mengembangkan perangkat lunak yang berkaitan bersama sistem panduan, navigasi, dan kendali senjata udara.

Salah satu program yang disebut dalam laporan tersebut merupakan pengembangan rudal berpemandu yang memanfaatkan telepon seluler biasa demi menolong navigasi selama penerbangan.

Selain itu, kelompok tersebut diduga mengembangkan rudal balistik bertingkat bersama jangkauan makin dari 2.000 kilometer. Jika kemampuan tersebut sukses diwujudkan, jangkauan rudal berpotensi menjadi perhatian serius untuk keamanan kawasan.

Namun, laporan Anthropic tidak menegaskan bahwa seluruh program tersebut telah menghasilkan senjata yang berfungsi penuh.

Perusahaan itu juga masih belum membuktikan bahwa kelompok Houthi sukses mengoperasikan senjata hasil pengembangan tersebut dalam serangan nyata.

Anthropic membeberkan bahwa pihaknya tidak menemukan bukti kelompok tersebut sukses mengerahkan perangkat senjata yang berfungsi secara operasional.

Meski demikian, korporasi itu menyebut adanya pengujian terhadap sebuah rudal berpemandu.

“Kami tidak memiliki bukti bahwa kelompok ini sukses mengerahkan perangkat yang berfungsi, namun mereka telah menguji sebuah rudal berpemandu,” demikian pernyataan Anthropic

Menurut laporan itu, pengujian lapangan tersebut tampaknya tidak berhasil. Beberapa jam lalu, pihak yang terlibat kembali memakai Claude demi mencari tahu penyebab ketidak berhasilan uji coba.

Anthropic menegaskan telah memblokir akun-akun terkait dalam waktu dekat setelah aktivitas ilegal terdeteksi.

Langkah itu merupakan untukan dari upaya korporasi demi mencegah penggunaan Claude dalam aktivitas yang melanggar hukum.

Wilayah Yaman utara, termasuk ibu kota Sanaa, berada di bawah kendali kelompok Houthi.

Kelompok tersebut juga meningkatkan aktivitas militernya di kawasan strategis, termasuk di sekitar Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran penting yang menghubungkan Eropa dan Asia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article