Warga Malaysia Diteror Telepon Nomor Indonesia Usai Kritik Prabowo

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Seorang masyarakat sekitar negara Malaysia mengakui mendapat teror berupa telepon dari orang tak dikenal memakai nomor selular Indonesia.

Itu setelah dirinya mengkritik Presiden RI Prabowo Subianto di media sosial, lantaran dianggap tak becus mengurus kebakaran hutan dan lahan berakibat asapnya mencemari udara Malaysia.

Dikutip dari weirdkaya.com, Selasa (20/10/2026), WN Malaysia itu mempublikasikan nomor-nomor seluler Indonesia yang menelepon dirinya berkali-kali.

“Saya padahal  cuma mengkritik sedikit,” tulis WN Malaysia tersebut.

Dalam unggahan awalnya, masyarakat sekitar Malaysia tersebut membeberkan rasa frustrasinya. Ia menulis dalam bahasa Melayu, baru saja melontarkan sedikit kritik terhadap Prabowo, namun tak lama lalu ponselnya mengawali menyambut baik panggilan telepon.

Tangkapan layar yang disertakan memperlihatkan empat notifikasi panggilan tak terjawab, tiga di antaranya ditandai bersama keterangan ‘Indonesia’ dan nomor yang diawali bersama kode +62.

Dalam unggahan lanjutan, pemilik akun tersebut menegaskan bahwa ini merupakan kali pertama ia menyambut baik panggilan dari nomor telepon asal Indonesia.

“Ini pertama kalinya saya menyambut baik panggilan dari nomor telepon Indonesia. Maksud saya, ada sejumlah panggilan,” tulisnya.

Ia juga mengakui sempat menyaksikan masyarakat sekitar Malaysia lain yang beruntuk pengalaman serupa di dunia maya.

Meski demikian, tangkapan layar tersebut tidak memperlihatkan siapa pihak yang menjalankan panggilan, atau apakah telepon itu memang berkaitan bersama kritik yang disampaikan.

Warganet Indonesia sampaikan kekhawatiran

Dalam pembaruan lainnya, pemilik akun tersebut mengaitkan panggilan-panggilan itu bersama apa yang ia sebut sebagai buzzer di Indonesia.

Dia juga menduga bahwa pihak-pihak yang melontarkan kritik memang menjadi sasaran di dunia maya.

Sejumlah masyarakat sekitarnet yang mengaku sebagai orang Indonesia, turut menanggapi bersama menceritakan pengalaman mereka terkait dugaan pelecehan atau intimidasi.

Salah satu masyarakat sekitarnet membeberkan, mengkritik tokoh politik dapat berujung pada panggilan telepon berulang dari nomor tak dikenal, pesan berisi ancaman demi menyebarkan informasi pribadi, hingga tekanan agar unggahan tersebut dihapus.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article