Rudal Houthi Guncang Riyadh Usai Serangan Mematikan Militer Saudi Saudi di Yaman

admin
By admin
4 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Ledakan besar mengguncang wilayah Riyadh setelah militer Arab Saudi melancarkan gempuran mematikan ke kawasan pemukiman masyarakat sekitar di Yaman barat. Escalasi pertempuran ini menandai babak baru kehancuran total gencatan senjata yang sempat bertahan selama bertahun-tahun.

Pasukan Koalisi Saudi mengklaim sukses menangkis dua rudal balistik Houthi yang mengincar jantung kota Riyadh. Bentrokan senjata dan aksi saling serang antarkedua pihak kini merembet hingga mengancam stabilitas ekonomi serta pusat kegiatan penerbangan di Arab Saudi.

Rentetan serangan udara Saudi menghancurkan rumah-rumah masyarakat sekitar sipil di wilayah Yaman dan memicu kehancuran infrastruktur publik yang kian parah. Krisis kemanusiaan di kawasan tersebut diprediksi bakal memburuk seiring tidak adanya iktikad politik demi menghentikan perang.

“Pertahanan udara mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi teroris Houthi ke arah Riyadh,” kata juru bicara koalisi Turki al-Malki di X, dikutip dari AFP.

Warga setempat sempat mendengar sedikitnya delapan kali dentuman keras sewaktu pihak pemerintah mengirimkan peringatan darurat ke ponsel masyarakat sekitar. Pemerintah mengimbau masyarakat sekitar agar tetap waspada terhadap potensi bahaya udara yang mengintai kota Riyadh, Kharj, dan Najran.

Kelompok Houthi terus meningkatkan intensitas gempuran hingga memicu penutupan sementara bandara Riyadh dan pembatalan berbagai acara internasional. Tindakan agresif tersebut mengancam ambisi diversifikasi ekonomi Kerajaan Arab Saudi yang tengah digalakkan.

PBB mencatat makin dari 1.600 jiwa melayang dan 275.000 masyarakat sekitar kehilangan tempat tinggal sejak pertempuran kembali meletus. Angka pihak korban jiwa diperkirakan terus melonjak akibat gempuran yang kerap menyasar area padat penduduk.

“Sebagai jumlah awal, 12 masyarakat sekitar tewas dan tiga lainnya luka kritis ketika musuh Saudi menargetkan rumah keluarga Ibrahim Saeed Mohammed Ahmed Al-Qouz dan Al-Raabi Saeed Mohammed Ahmed Al-Qouz di Al-Barah, distrik Maqbana,” kata keaparatur negara kementerianan kesehatan Houthi dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis yang diuntukkan oleh kantor berita Saba milik kelompok tersebut.

Semasih belum gempuran ke pemukiman terjadi, belasan masyarakat sekitar tewas akibat ledakan di area pasar dan stasiun pengisian bahan bakar. Milisi Houthi balasan melancarkan tembakan ke bandara Aden yang mengakibatkan sejumlah masyarakat sekitar sipil terluka.

Kesepakatan damai tahun 2022 runtuh total setelah Houthi mengizinkan pesawat Iran mendarat di Sanaa tanpa persetujuan pihak Saudi. Insiden pelanggaran wilayah udara tersebut menjadi pemicu utama meletusnya aksi saling hantam antar kedua belah pihak.

Houthi membalas pertikaian tersebut bersama mengumumkan blokade maritim serta menggempur kapal dagang dan kilang minyak Saudi. Kelompok pemberontak ini bahkan sukses menguasai seluruh garis pantai Laut Merah dalam operasi kilat mereka.

Pemerintah Saudi merespons tindakan tersebut bersama melancarkan gelombang serangan udara secara masif ke berbagai basis pertahanan Houthi. Aksi saling balas serang ini semakin mengunci Yaman dalam krisis militer berkelanjutan.

Perang saudara di Yaman telah bergejolak sejak 2014 lalu sewaktu kelompok Houthi merebut kendali ibu kota Sanaa secara paksa. Koalisi Arab Saudi lalu memutuskan intervensi militer satu tahun setelahnya demi membela pihak pemerintah resmi Yaman.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article