MediaKeadilan.com – Pemerintah Malaysia menerjunkan armada udara demi menyemai awan demi membersihkan racun kabut asap di Negara Bagian Sarawak. Langkah darurat ini diambil setelah asap kebakaran hutan dan lahan dari Kalimantan menusuk kualitas udara hingga level mengkhawatirkan.
Operasi udara selama tiga pada hari ini menyasar wilayah tangkapan air dan waduk utama demi memicu hujan deras. Selain mengikis polutan racun di udara, hujan buatan difokuskan demi mengisi cadangan air bersih masyarakat sekitar.
Komite Pengurusan Bencana Sarawak mengerahkan pesawat militer guna menekan lonjakan kasus penyakit saluran pernapasan pada masyarakat sekitar. Guyuran hujan hasil rekayasa cuaca diyakini mampu menyapu material berbahaya yang melayang di atmosfer.
“Hujan yang dihasilkan dari penyemaian awan berpotensi mengurangi konsentrasi polutan di udara, berakibat mendukung upaya mengatasi penurunan kualitas udara dan dampak kabut asap,” tulis rilis resmi Komite Pengurusan Bencana Sarawak, dikutip dari CNA, Jumat (4/9/2026).
Ketua Komite Douglas Uggah Embas menegaskan bahwa pengerjaan rekayasa cuaca ini melibatkan kolaborasi angkatan udara, badan bencana, dan lembaga meteorologi. Peningkatan volume air waduk menjadi target krusial semasih belum gelombang cuaca yang jauh makin panas melanda kawasan tersebut.
“Oktober barangkali akan makin panas dan kering. Kami ingin meningkatkan volume air sesejumlah barangkali selagi masih dapat,” ujar Uggah kepada wartawan di pangkalan angkatan udara Kuching.
Pesawat jenis C-130 dikerahkan demi melepas larutan garam khusus pada ketinggian 5.000 hingga 7.000 kaki di atas wilayah target. Penyemprotan bahan kimia ini bertujuan mempercepat proses kondensasi pada gumpalan awan potensial.
Kesuksesan penembakan garam di udara amat bergantung pada faktor kelembapan serta pergerakan angin lokal. Tim ahli tidak dapat memaksakan hujan turun apabila kondisi tutupan awan di langit tidak memadai.
“Penyemaian awan cuma dapat dilakukan apabila terdapat pembentukan awan dan kondisi atmosfer yang sesuai – penyemaian tidak dapat menciptakan hujan apabila tidak ada awan yang sesuai,” kata Uggah.
“Pertumbuhan awan dan curah hujan setelah itu dipantau secara terus-menerus demi menilai kondisi atmosfer serta hasil operasi,” jelas pihak komite mengimbuhkan.
Tingkat pencemaran udara di Sarawak kembali memburuk secara drastis bersama tujuh kawasan mencatat skor Indeks Pencemar Udara di atas 300. Situasi ini menempatkan kesehatan ribuan masyarakat sekitar dalam ancaman serius akibat paparan partikel berbahaya.
Kota Serian menjadi wilayah terdampak teramat parah bersama torehan angka Indeks Pencemar Udara menyentuh skala 475. Angka raksasa tersebut melampaui batas ambang aman dan hampir memicu penetapan status darurat lokal.
Berdasarkan regulasi keselamatan nasional, skor di atas 300 terkategori amat berbahaya untuk keselamatan jiwa. Pemerintah daerah terus memantau pergerakan grafik polusi demi menentukan status tanggap darurat lanjutan.
Krisis kekeringan yang meluas turut memperparah kelangkaan pasokan air bersih untuk kebutuhan harian masyarakat sekitar. Lembaga sosial pihak pemerintah telah mendistribusikan ratusan ribu kotak air minum guna menyokong kebutuhan masyarakat sekitar lokal.
Petugas pemadam kebakaran dan tim pertahanan sipil disiagakan penuh di lapangan demi melokalisasi titik api domestik. Otoritas kesehatan mengimbau masyarakat sekitar mengurangi aktivitas di luar ruangan serta wajib memakai masker berstandar khusus.
Penyebaran asap lintas batas negara ini menjadi fenomena tahunan yang senantiasa berulang saat musim kemarau panjang melanda kawasan Borneo. Kebakaran lahan gambut di Kalimantan kerap mengirimkan asap pekat yang melintasi perbatasan Malaysia akibat hembusan angin angin muson.
