AI Makin Haus Data, XLSMART Suntik Rp20 Triliun untuk Perkuat Jaringan

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Kecerdasan buatan atau AI kian masuk ke berbagai layanan digital. Namun, di balik kemampuan AI yang semakin canggih, ada kebutuhan lain yang ikut membengkak: data dan konektivitas.

Semakin masif penggunaan AI, cloud, hingga layanan digital menciptakan kebutuhan terhadap jaringan yang cepat dan stabil terus meningkat. 

Kondisi inilah yang mendorong operator telekomunikasi memperkuat infrastruktur demi menampung pertumbuhan trafik di masa depan.

XLSMART menjadi salah satu operator yang menambah investasi jaringan pada tahun ini.

Perusahaan meningkatkan panduan capitalized capex 2026 dari semasih belumnya Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun.

Tambahan investasi tersebut akan digunakan demi mendukung pengoperasian makin dari 265 ribu BTS, memperluas layanan 5G, serta memanfaatkan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.

Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menyebutkan perkembangan AI, cloud, dan adopsi layanan digital menciptakan kebutuhan terhadap konektivitas berkualitas terus meningkat.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur digital tidak cuma dinilai dari jumlah BTS atau luas cakupan jaringan, namun juga dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat sekitar dan dunia usaha.

“Pembangunan infrastruktur digital wajib menyerahkan manfaat nyata untuk Indonesia. Karena itu, kami memperkuat jaringan secara bertahap dan berdasarkan kebutuhan setiap wilayah,” kata Merza dalam Media Gathering XLSMART di Jakarta, Jumat (5/9/2026).

AI Butuh Jaringan yang Kuat

Kebutuhan jaringan menjadi semakin penting ketika aktivitas digital terus berkembang. AI dan layanan berbasis cloud bergantung pada proses pertukaran data, sementara penggunaan layanan digital yang semakin luas ikut meningkatkan konsumsi jaringan.

Karena itu, XLSMART menyiapkan penguatan kapasitas sekaligus perluasan jangkauan melalui pemanfaatan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.

Spektrum 700 MHz akan digunakan demi mendukung jangkauan jaringan dan penetrasi sinyal yang makin baik. 

Sementara spektrum 2,6 GHz menyediakan kapasitas makin besar demi kawasan bersama konsumsi dan kepadatan trafik data tinggi.

Direktur dan Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, menyebutkan implementasi kedua spektrum dilakukan secara bertahap dan disesuaikan bersama kebutuhan setiap wilayah.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article