MediaKeadilan.com – Teknologi kecerdasan buatan (AI) mengawali memperluas penerapannya di luar ponsel dan komputer, termasuk pada peralatan rumah tangga.
Mesin cuci yang dapat menyesuaikan siklus pencucian, televisi yang mengoptimalkan kualitas gambar, hingga perangkat pendingin yang dirancang makin efisien menjadi untukan dari perkembangan teknologi rumah pintar.
Tren tersebut turut terlihat dalam partisipasi AQUA Elektronik di Pekan Raya Surabaya (PRJ) 2026 yang berlangsung pada 8–18 Oktober 2026 di Surabaya.
Bersama peritel UFO Elektronika, korporasi tersebut menampilkan sejumlah perangkat elektronik rumah tangga bersama fitur berbasis AI dan teknologi yang ditujukan demi meningkatkan kenyamanan penggunaan.
Kehadiran berbagai perangkat ini memperlihatkan bagaimana produsen elektronik mengawali mengembangkan produk yang tidak cuma menjalankan fungsi dasar, namun juga menawarkan otomatisasi dan pengaturan penggunaan sesuai kebutuhan konsumen.
AI pada Mesin Cuci, Pengaturan Pencucian Lebih Otomatis
Salah satu penerapan AI yang ditampilkan terdapat pada mesin cuci AQUA Color 7 AW-12BPD4377U1L(B). Perangkat ini dibekali teknologi AI Wash yang diklaim mampu mendeteksi karakteristik cucian demi menolong menyesuaikan proses pencucian.
Sistem tersebut dirancang demi mengenali berat pakaian, jenis serat kain, dan tingkat kekotoran. Informasi yang diperoleh lalu digunakan demi menentukan siklus pencucian serta pengaturan penggunaan air.
Pendekatan ini menciptakan proses pencucian makin otomatis lantaran pengguna tidak wajib senantiasa menentukan seluruh pengaturan secara manual.
Namun, efektivitasnya dalam menghemat air, energi, dan waktu tetap bergantung pada kondisi cucian serta program yang digunakan.
Penerapan AI pada peralatan rumah tangga menjadi salah satu arah pengembangan teknologi yang berupaya mengurangi kebutuhan intervensi pengguna dalam aktivitas sehari-hari.
TV QLED Mengandalkan AI demi Mengolah Gambar
Teknologi serupa juga diterapkan pada televisi pintar AQT65Q80GUX yang mengusung panel QLED dan fitur AI Picture Quality.
Teknologi QLED digunakan demi mendukung reproduksi warna pada layar, sementara itu pemrosesan berbasis AI ditujukan demi mengoptimalkan tampilan gambar.
Kombinasi keduanya dirancang menghasilkan visual yang makin tajam dan sesuai bersama karakter konten yang ditampilkan.
