MediaKeadilan.com – Mengadopsi kecerdasan artifisial (AI) kini bukan lagi sekadar soal memasang teknologi atau menjalankan proyek percontohan.
Tantangan yang makin besar justru muncul ketika korporasi wajib menghubungkan AI bersama data, aplikasi, sistem keamanan, dan proses bisnis yang telah berjalan.
Tanpa integrasi tersebut, potensi AI berisiko berhenti pada penggunaan yang terbatas, alih-alih menyerahkan dampak nyata terhadap efisiensi dan produktivitas korporasi.
Persoalan ini menjadi salah satu sorotan dalam ITG Tech Day 2026 yang digelar di Jakarta masih belum lama ini.
Mengusung tema AI & Enterprise Orchestration Day 2026: Connecting AI, Data & Business Operations at Scale, acara ini membahas cara mengintegrasikan AI ke dalam ekosistem teknologi dan operasional korporasi.
Managing Director IT Group Indonesia (ITG), Anthon Danuprasetiyo, menyebutkan AI mengawali bergeser dari teknologi eksperimental menjadi untukan dari strategi bisnis.
Perkembangan berikutnya mengarah pada penggunaan AI agents yang dapat berkolaborasi dan bekerja lintas aplikasi.
“AI telah berkembang dari sekadar teknologi eksperimental menjadi untukan dari strategi bisnis korporasi,” ujar Anthon dalam keterangan resminya, Jumat (9/10/2026).
Dia menerangkan, pihaknya mengawali menyaksikan AI semakin terintegrasi ke dalam aplikasi enterprise demi menjalankan tugas-tugas yang makin spesifik, dan ke depan berbagai AI agents akan semakin mampu berkolaborasi hingga membentuk ekosistem yang bekerja lintas aplikasi.
Menurutnya, perkembangan tersebut menciptakan orchestration atau orkestrasi menjadi semakin penting agar AI, data, aplikasi, dan proses operasional dapat bekerja secara terintegrasi.
Tantangan AI Bukan Lagi Sekadar Teknologi
Di lingkungan korporasi, sistem teknologi biasanya terdiri dari berbagai aplikasi dan infrastruktur yang menjalankan fungsi berbeda.
Ketika AI diterapkan tanpa integrasi yang memadai, korporasi masih wajib menyikapi hambatan dalam pertukaran data dan koordinasi antarsistem.
Karena itu, orkestrasi enterprise menjadi pendekatan demi menghubungkan berbagai komponen tersebut, termasuk infrastruktur, aplikasi, keamanan, dan pemantauan operasional.
Tujuannya bukan sekadar menciptakan AI tersedia di makin sejumlah untukan korporasi, namun mengonfirmasi teknologi tersebut dapat bekerja bersama sistem yang telah digunakan.
