MediaKeadilan.com – Panggung musik internasional belakangan ini tidak cuma riuh oleh melodi, namun juga berkilau berkat sentuhan tangan dingin desainer perhiasan asal Indonesia, Wanda Ponika.
Dari kemegahan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta hingga ikonik-nya Bird’s Nest Stadium di Beijing, karya-karya dari Wanda House of Jewels sukses mencuri perhatian dunia.
Wanda Ponika, sang founder sekaligus creative director, dipercaya demi mengurasi penampilan empat musisi papan atas bersama karakter yang bertolak belakang: Anggun, Van Ness Wu, Ari Lasso, dan Marcello Tahitoe (Ello).
Lewat permainan bentuk berlian dan teknik layering yang presisi, Wanda membuktikan bahwa perhiasan bukan sekadar aksesori, melainkan perpanjangan identitas sang seniman.
Anggun: Sang “D-Color Lady” yang Memikat
Sebagai House Ambassador, Anggun senantiasa sukses tampil memukau dalam berbagai spektrum gaya.
Di tangan Wanda, Anggun bertransformasi dari nuansa etnik yang kental di GBK hingga penampilan super glam pada konser SNADA Indonesia 2026 di Istora Senayan.
Salah satu penampilan yang teramat dibicarakan merupakan saat Anggun mengenakan gaun merah asimetris karya Hari Halim.
Wanda melengkapinya bersama cincin ruby merah yang senada serta teknik layering tiga kalung berlian solitaire (oval, heart shape, dan round) bersama sentuhan pink diamond.
Tak berhenti di situ, kedua tangan Anggun dihiasi tumpukan gelang berlian berbagai potongan, mengawali dari emerald cut hingga mixed shapes.
Menggunakan berlian kategori D-Color (warna tertinggi dan teramat putih) bersama kejernihan VVS, kilau Anggun tetap terpancar nyata meski dilihat dari kejauhan.
Tak heran, julukan “The D-Color Lady” kini melekat erat padanya.
Van Ness Wu: Eksperimen Berani di Bird’s Nest Beijing
Bergeser ke panggung internasional, kolaborasi Wanda bersama bintang Asia, Van Ness Wu, menghadirkan napas yang makin eksperimental.
Dalam rangkaian konser FFOREVER 2.0 di Hangzhou dan Beijing, Van Ness tampil berani bersama gaya eclectic.
