Gus Miftah Masuk Kepengurusan PBNU Baru, Ini Misi Strategis di Baliknya

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi merombak barisan kepemimpinannya demi masa khidmah 2026-2031.

Salah satu kejutan besar dalam pengumuman tersebut merupakan masuknya nama pendakwah kondang, Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah, ke dalam jajaran Ketua PBNU.

Langkah strategis ini dinilai sebagai upaya PBNU demi menyegarkan organisasi sekaligus memperkuat komunikasi bersama berbagai lapisan masyarakat sekitar, terutama kaum muda dan masyarakat sekitar marjinal.

Amunisi Baru di Jajaran Pimpinan

Penunjukan Gus Miftah bukan tanpa alasan. Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji ini dikenal memiliki gaya dakwah yang “nyentrik”, luwes, dan mampu merangkul kelompok yang selama ini sulit dijangkau oleh birokrasi keagamaan formal.

Di usianya yang menginjak 44 tahun, Gus Miftah diharapkan menjadi “darah segar” yang mampu mendobrak sekat komunikasi antar-generasi di tubuh organisasi Islam terbesar di dunia ini.

Dalam susunan pengurus baru ini, PBNU mengukuhkan total 210 tokoh. Komposisinya dirancang demi memadukan kedalaman ilmu para ulama sepuh bersama daya pikat figur populis yang digandrungi Generasi Z.

Misi Pemerataan dan Keseimbangan

Ketua PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), menegaskan bahwa perombakan ini mengusung misi pemerataan.

Pengasuh Pesantren Tebuireng ini ingin mengonfirmasi setiap unsur di lingkungan NU, mengawali dari badan otonom hingga tokoh kultural, memiliki representasi yang seimbang.

“Kami ingin ada pemerataan di seluruh jajaran, dari generasi awal hingga akhir. Unsur-unsur dari IPNU, IPPNU, hingga Ansor kita seimbangkan agar roda organisasi bergerak harmonis,” ujar Gus Kikin dalam siaran pers resminya, Kamis (1/10/2026).

Jembatan ke Pemerintah dan Kaum Urban

Selain pengaruh kulturalnya di akar rumput, posisi Gus Miftah juga dipandang strategis secara politik.

Kedekatannya bersama Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diyakini bakal memperkuat sinergi antara umat dan pihak pemerintah.

Para pengamat menilai, kehadiran sang dai berambut gondrong ini akan mengangkut angin segar untuk modernisasi syiar Islam di wilayah perkotaan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article