Amerika Serikat Akan Ganti Nama Selat Hormuz Jadi Selat Trump atau Trump Strait

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan klaim sepihak demi mengubah nama Selat Hormuz menjadi “Selat Trump” di tengah konflik panas bersama Iran. Pernyataan kontroversial ini menandai babak baru eskalasi geopolitik di jalur perdagangan energi terpenting dunia tersebut.

Trump menegaskan dominasi militer negaranya yang mengendalikan penuh kawasan strategis itu pada saat ini. Menurutnya, perubahan nama ini menjadi simbol kemenangan mutlak Amerika Serikat atas Tehran.

Langkah provokatif Washington diprediksi bakal memicu kemarahan diplomatik baru dari para pemimpin Iran. Padahal, kawasan tersebut merupakan urat nadi distribusi minyak mentah global yang amat sensitif.

“Harga minyak akan turun dalam waktu dekat setelah kita memenangkan perang bersama Iran, yang sedang berlangsung pada saat ini. Kita akan memenangkannya,” ujar Trump dalam konvensi paruh waktu Partai Republik di Dallas, Texas.

Ia pun mengimbuhkan gagasannya terkait nama baru jalur pelayaran internasional tersebut.

“Kita memenangkannya. Kita mengendalikan Selat Hormuz. Saya pikir kita wajib menyebut Selat Hormuz, kita wajib menyebutnya Selat Trump. Saya wajib memperoleh sesuatu dari ini. Selat Trump,” kata Trump.

“Itu akan disebut — bapak-bapak dan ibu-ibu, Saya akan menciptakan pengumuman — kita akan menyebutnya Selat Trump, dan Saya yakin kepemimpinan Iran akan amat senang bersama hal itu,” ucapnya.

Trump menilai kekuatan rezim Iran pada saat ini terus merosot drastis akibat tekanan militer dan ekonomi yang konstan. Pengaruh geopolitik negara para mullah itu dianggap telah hancur total dibanding dekade semasih belumnya.

Dominasi panjang Tehran di kawasan Timur Tengah kini diklaim telah berakhir sepenuhnya. Amerika Serikat memosisikan diri sebagai pihak yang sukses menghentikan pengaruh kuat Iran tersebut.

“Iran hancur berantakan. Mereka telah menjadi pengganggu di Timur Tengah selama 51 tahun, dan mereka bukan pengganggu lagi,” tutur Trump.

Pemerintah Amerika Serikat juga mengintai ketat setiap pergerakan fasilitas strategis di wilayah daratan Iran. Pengawasan intelijen tingkat tinggi terus dilakukan demi mengantisipasi potensi ancaman nuklir.

Trump bahkan menyuarakan ancaman serangan militer langsung ke fasilitas tertentu apabila menemukan aktivitas mencurigakan. Gertakan ini ditujukan demi menutup rapat peluang Iran mengembangkan senjata pemusnah massal.

“Kita tahu persis apa yang sedang terjadi … Saya menasihati Iran demi tidak bertingkah lucu lantaran kita wajib memukul mereka amat keras. Kita tidak punya pilihan, bukan?” kata Trump. “Kita tidak dapat membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Ini amat sederhana.”

Konfrontasi militer di Selat Hormuz memuncak setelah serangkaian gesekan armada laut kedua negara. Jalur perairan ini menampung hampir bagaikanga dari total pasokan minyak mentah dunia lewat jalur laut.

Padahal kedua pihak sempat menandatangani memorandum bersama pada Juni lalu demi mengurai ketegangan. Kesepakatan awal itu semasih belumnya dirancang demi membuka kembali perairan strategis tersebut menuju jalan damai.

Namun ketegangan justru kembali membara seiring retorika agresif yang dilontarkan pihak Gedung Putih. Konflik terbuka ini mengancam stabilitas ekonomi global serta keamanan jalur pasokan energi dunia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article