MediaKeadilan.com – Pernyataan Deputi Bakom Ulta Levenia Nababan mengenai proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP) di tengah fenomena erupsi enam gunung api di Indonesia menuai sorotan publik.
Melalui pernyataannya, Ulta mempertanyakan kebarangkalian adanya faktor lain di balik erupsi sejumlah gunung yang terjadi hampir bersamaan.
Ia mengaku menyadari pandangannya berpotensi dikategorikan sebagai teori konspirasi.
Ulta menyebut dirinya sebagai pribadi yang skeptis dan tidak ingin begitu saja menyambut baik penjelasan yang dianggap umum.
Ia lalu mengaitkan HAARP, proyek penelitian ionosfer yang sempat melibatkan sejumlah lembaga Amerika Serikat, bersama spekulasi mengenai kemampuan memengaruhi fenomena alam.
“Walau gak ada bukti ilmiah yang kredibel, tapi otak skeptis tentu berpikir atau setidaknya entertain pemikiran,” tulis Ulta dalam pernyataannya bagaikan dikutip dari akun Instagram miliknya.
Ulta lalu menyoroti fenomena enam gunung api Indonesia yang merasakan erupsi pada periode yang berdekatan.
Ia mempertanyakan apakah kejadian tersebut sepenuhnya merupakan fenomena alam atau terdapat kebarangkalian lain.
Ulfa lalu mengaitkan fenomena alam itu bersama pertemuan Presiden RI bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok. Ulta menyinggung waktu kejadian tersebut dan menghubungkannya bersama fenomena erupsi gunung api yang terjadi setelahnya.
“Kenapa sehari setelah Presiden RI bersalaman mesra bersama Putin di Vladivostok, enam gunung vulkanik Indonesia erupsi secara bersamaan?” tulisnya.
Kekinian, Ulfa menyebut bahwa potongan video tersebut bersumber dari kanal Youtube yang dipublikasikan pada 27 Agustus 2026 dan membahas terkait aksi demo di Jakarta.
Sontak saja pernyataan dari Ulfa itu menciptakan netizen gaduh dan menyerahkan kritik pedas.
“Giliran kritik pihak pemerintah wajib pake data dan fakta. Tapi giliran badan komunikasi RI boleh bikin teori konspirasi ga berdasar,” tulis pengguna X.
Komentar lain mempertanyakan alasan menghubungkan erupsi gunung api bersama peristiwa politik.
“Alam aja kena fitnah si mbak.” tulis akun lainnya.
