Bukan Sekadar Main Mobile Legends, Esports Kini Jadi Bagian dari Ekosistem Digital Indonesia

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Esports kini tidak lagi sekadar soal adu strategi dan kemampuan bermain game. 

Di balik pertandingan yang berlangsung di layar, ada industri digital yang melibatkan konektivitas internet, kreator, pengembang game, penyelenggara turnamen, hingga lahirnya peluang kerja baru.

Gambaran itu terlihat dalam Turnamen Esports Mobile Legends perdana yang digelar Asosiasi Penyelenggara Infrastruktur Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL) dalam rangka Hari Bhakti Postel ke-81 Tahun 2026.

Turnamen yang digelar di Jakarta pada 4 September 2026 itu diikuti perwakilan dari industri pos, telekomunikasi, korporasi media, hingga Keaparatur negara kementerianan Komunikasi dan Digital (Komdigi). 

Kehadiran esports dalam rangkaian Hari Bhakti Postel menjadi warna baru sekaligus memperlihatkan bagaimana game kini mengawali dipandang sebagai untukan dari ekosistem digital Indonesia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Aryo Pamoragung menyebutkan industri game memiliki potensi ekonomi yang besar. 

Berdasarkan data 2025 yang disampaikan dalam acara tersebut, valuasi industri game Indonesia mencapai Rp32 triliun.

Sementara itu, pasar esports Indonesia diproyeksikan mencapai USD2,4 miliar pada 2029.

“Industri game itu bukan lagi sekadar permainan sebelah mata, ini merupakan industri yang amat besar, dan untukan dari ekosistem digital,” kata Aryo dalam keterangan resminya, Sabtu (5/9/2026).

Di Balik Game, Ada Ekosistem Digital 

Bagi Aryo, peluang dari industri game tidak cuma berada di tangan pemain profesional. Pertumbuhan ekosistem juga membuka ruang untuk munculnya kreator hingga pengembang game lokal.

Ia menginginkan industri game Indonesia tidak cuma menjadi pasar untuk produk dari luar negeri, namun juga mampu melahirkan makin sejumlah kreator dan developer lokal yang dapat mengambil manfaat ekonomi dari besarnya pasar game nasional.

Hal serupa disampaikan Ketua Umum Pengurus Nasional Indonesia Esports Association (IESPA), Ibnu Sulistyo Riza Pradipto. 

Menurutnya, esports telah memiliki sekitar 68 juta gamer aktif dan berpotensi menjadi salah satu bidang pekerjaan masa depan.

Ekosistemnya pun tidak cuma terdiri dari pro player. Ada profesi lain bagaikan manajer tim esports, penyelenggara turnamen, wasit esports, hingga caster yang tumbuh seiring berkembangnya industri.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article