Angkat Kisah Heroik Aw Tjoei Lan, Teater Njonja Atie Soetji Sukses Curi Perhatian di Jakarta

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Kisah perjuangan wanita melawan perdagangan manusia pada masa kolonial diangkat ke panggung teater melalui pementasan bertajuk Njonja Atie Soetji.

Pertunjukan yang digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada 30-31 Oktober 2026 ini menghadirkan sosok Aw Tjoei Lan, pendiri Yayasan Hati Suci yang dikenal atas kiprahnya dalam melindungi wanita dan anak.

Pementasan perdana pada Jumat (30/10/2026) sukses menarik perhatian penonton. Tidak sekadar menghadirkan kisah sejarah, pertunjukan ini juga mengangkut isu kemanusiaan yang masih relevan hingga pada saat ini, khususnya mengenai perdagangan wanita dan anak.

Penulis naskah, E.D Jenura, membeberkan bahwa konsep awal pementasan sebenarnya dirancang sebagai sebuah monolog.

Namun, dalam proses pengembangannya, gagasan tersebut berubah menjadi pertunjukan teater berskala besar bersama melibatkan sejumlah pemain, termasuk kalangan anak dari Yayasan Hati Suci.

Menurut E.D Jenura, sosok Aw Tjoei Lan memiliki nilai perjuangan yang layak dikenalkan kepada generasi muda. Ia menilai, pengalaman dan hak istimewa yang dimiliki tokoh tersebut justru dimanfaatkan demi menolong orang lain.

“Saya menyaksikan bahwa privilege (hak istimewa) yang dimiliki oleh Aw Tjoei Lan ini dipakai demi sesuatu hal yang baik, demi menolong sesamanya. Itu nilai-nilai yang saya pikir wajib diangkat dan dijadikan teladan oleh generasi mana pun,” ungkap E.D Jenura dalam pernyataannya.

Dalam mengembangkan cerita, ia juga memasukkan sejumlah karakter fiktif, termasuk tokoh mucikari. Penambahan tersebut dilakukan demi memperkuat konflik sekaligus menyerahkan dinamika dramatik dalam pertunjukan.

Sementara itu, aktris Chloe Leman mendapat kesempatan memerankan Su Yun, salah satu karakter kontroversial dalam pementasan tersebut. Pengalaman ini menjadi tantangan tersendiri untuk Chloe yang semasih belumnya makin sejumlah berkarier di dunia iklan dan FTV.

Demi mendalami perannya, Chloe mencari referensi melalui sejumlah film yang memiliki tema serupa, di antaranya Memoirs of a Geisha dan 12 Years a Slave.

“Jujur aku senang banget sama hasil yang kita perform pada hari ini. Stage-nya alive (hidup) banget,” ujar Chloe.

Ia juga mengaku memperoleh pengalaman berharga lantaran dapat bekerja bersama aktor-aktor teater senior. Menurutnya, para pemain senior tersebut terbuka dalam membangun chemistry berakibat proses pementasan terasa menyenangkan.

Chloe pun mengajak generasi muda demi makin mengenal seni pertunjukan teater bersama berupaya menyaksikannya secara langsung.

Di sisi lain, pementasan Njonja Atie Soetji turut mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Majalengka.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Majalengka, Rachmat Kartono, S.STP., M.Si., yang hadir menyaksikan pertunjukan tersebut, mengaku bangga lantaran kisah tokoh asal daerahnya dapat diperkenalkan melalui panggung nasional.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article