MediaKeadilan.com – Pemerintah China resmi menerbangkan dua panda raksasa menuju Atlanta cuma sehari setelah Presiden Xi Jinping menyelesaikan kunjungan kerjanya di Washington. Pasangan mamalia langka ini diproyeksikan menjadi penghuni anyar Zoo Atlanta lewat skema peminjaman antarnegara.
Kedatangan sepasang satwa tersebut menandai babak baru relasi kebudayaan di tengah ketatnya persaingan ekonomi maupun teknologi dunia. Kehadiran mereka mengangkut misi penyegaran dalam kerja sama pemeliharaan satwa liar internasional antara kedua negara.
Penerbangan khusus yang mengangkut Ping Ping dan Fu Shuang lepas landas dari Chengdu pada Minggu dini hari. Perjalanan udara menuju Amerika Serikat ini diperkirakan memakan waktu transit serta jarak tempuh sekitar 15 jam.
Langkah diplomatik ini menyusul pembicaraan langsung antara Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump terkait hubungan bilateral. Kedua pimpinan negara tersebut sepakat memperpanjang kesepakatan dagang sekaligus membangun kanal komunikasi khusus mengenai kecerdasan buatan (AI).
Praktik diplomasi unik memanfaatkan mamalia khas ini telah dijalankan otoritas Beijing selama bertahun-tahun demi mempererat koneksi internasional. Strategi promosi budaya tersebut bertindak sebagai sarana pembangun rasa saling percaya dan simbol niat baik antarnegara.
Xi menyebut panda sebagai “utusan persahabatan” antara China dan AS, merujuk pada sejarah panda yang ditempatkan di kebun binatang AS selama makin dari setengah abad.
“Panda raksasa telah menjadi utusan persahabatan antara China dan Amerika,” kata Xi, dikutip dari CNN Internasional.
Panda jantan bernama Ping Ping lahir pada pertengahan Maret 2020 bersama ciri khas lingkar mata hitam pekat serta kemahiran memanjat. Karakter namanya melambangkan simbol perdamaian, serupa bersama identitas panda yang sempat dikirimkan ke Uni Soviet puluhan tahun silam.
Sementara itu, Fu Shuang merupakan panda betina kelahiran Oktober 2020 yang identik bersama jambul kecil di area kepala. Nama Fu Shuang mengandung arti berkah ganda, diiringi keahlian alaminya yang amat lincah saat melacak keberadaan makanan.
Pihak Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding memilih pasangan ini berdasarkan evaluasi ketat dari aspek genetik hingga kepribadian. Penyesuaian sifat menjadi fokus utama agar keduanya dapat hidup berdampingan secara harmonis di lingkungan baru.
“Mereka wajib jinak dan menyukai satu sama lain, serta diharapkan dapat kawin secara alami,” kata Wakil Direktur taman tersebut, Li Mingxi, kepada CCTV.
Persiapan intensif berupa karantina mandiri selama sebulan telah dilewati kedua panda di bawah pengawasan ketat tim ahli medis. Pelatihan ketahanan fisik juga diberikan agar mereka terbiasa berada di dalam kandang angkut khusus selama penerbangan.
Otoritas terkait mendampingkan tim dokter hewan profesional demi memantau masa adaptasi awal satwa di Atlanta. Diskusi teknis intensif semasih belumnya telah digelar bersama pengelola Zoo Atlanta demi mengonfirmasi kelayakan fasilitas kandang.
Jadwal pendaratan diperkirakan berlangsung pada Minggu pagi waktu setempat demi langsung memengawali proses Karantina lanjutan. Rekam jejak Zoo Atlanta sendiri semasih belumnya sukses membesarkan sejumlah anak panda hasil penangkaran alami.
Gelombang peminjaman satwa ini memutus masa jeda panjang penerimaan panda baru oleh lembaga konservasi Amerika Serikat. Langkah serupa semasih belumnya telah sukses menempatkan sepasang panda di San Diego serta National Zoo Washington.
