MediaKeadilan.com – Laju badai Topan Dujuan yang mendekati pesisir timur Jepang langsung mengganggu jalannya perhelatan Asian Games di Nagoya dan Prefektur Aichi. Penundaan jadwal pertandingan serta ancaman evakuasi kapal penginapan atlet menjadi dampak krusial di awal pesta olahraga ini.
Panitia penyelenggara terpaksa menggeser laga cabang berkuda yang semula dijadwalkan Senin menjadi hari Selasa. Perubahan agenda ini menjadi langkah antisipasi awal guna menjamin keselamatan para peserta kompetisi.
Kepala Kontingen Jepang demi Asian Games, Kosei Inoue, menegaskan pihaknya terus berkoordinasi intensif bersama Komite Olimpiade Jepang. Langkah tersebut diambil guna mengonfirmasi tim penanganan siap bertindak cepat di tengah situasi darurat cuaca.
Kosei Inoue, kepala delegasi Jepang demi Olimpiade, menyebutkan kepada wartawan bahwa mereka sedang mengadakan pertemuan bersama Komite Olimpiade Jepang demi mengonfirmasi mereka sepenuhnya siap dan mampu menanggapi situasi ini bersama tepat.
Kekhawatiran senada diungkapkan oleh aparatur negara olahraga lainnya terkait potensi risiko terburuk akibat badai. Keselamatan ribuan peserta yang berada di lokasi perhelatan kini menjadi prioritas utama.
“Yang dapat kami lakukan cumalah berdoa agar skenario terburuk tidak terjadi,” kata seorang aparatur negara olahraga lainnya, sebagaimana dilaporkan Asahi Shimbun.
Kondisi riskan juga mengintai sekitar 4.000 peserta yang menginap di kapal pesiar Costa Serena. Kapal megah tersebut terpaksa dipindahkan dari area pelabuhan apabila jalur badai makin mendekati lokasi bersandar.
Seluruh penghuni kapal diwajibkan tetap berada di dalam kabin selama proses pemindahan armada berlangsung. Skenario pemindahan ini disiapkan hingga ancaman cuaca buruk benar-benar mereda di wilayah tersebut.
Wilayah Tokyo yang berada di kawasan Kanto mengawali merasakan guyuran hujan deras beserta tiupan angin kencang. Fenomena cuaca ekstrem ini diperkirakan terus memburuk dalam sejumlah jam ke depan.
Kawasan populer Shibuya bahkan merasakan penurunan jarak pandang yang signifikan akibat langit mendung dan hujan lebat. Petugas keamanan apartemen setempat menginformasikan sejumlah masyarakat sekitar tergelincir di area pintu masuk akibat lantai licin.
Pemerintah setempat menetapkan status siaga level tiga dari lima tingkatan peringatan cuaca di Shibuya. Peringatan ini mewajibkan kelompok lansia dan penyandang disabilitas demi dalam waktu dekat mengungsi dari lokasi rawan.
Terjangan badai ini bertepatan bersama masa libur nasional Silver Week yang sedang berlangsung di Jepang. Akibatnya, pergerakan masyarakat sekitar serta agenda perjalanan liburan masyarakat sekitar menjadi terganggu parah.
Kawasan Pasifik barat daya pada saat ini merasakan siklus badai yang jauh makin aktif dibanding tahun-tahun semasih belumnya. Topan Dujuan mencatatkan diri sebagai badai ke-25 yang terbentuk di wilayah tersebut sepanjang pada tahun ini.
Laporan Tropical Storm Risk pada Agustus mengindikasikan lonjakan pembentukan topan hingga 60 persen di atas rata-rata historis. Fenomena El Nino yang menguat menjadi pendorong utama perubahan pola cuaca global tersebut.
Dampak El Nino memicu kekeringan di satu wilayah, namun memicu badai tropis serta banjir bandang di kawasan lain. Semasih belum kedatangan Topan Dujuan, Prefektur Chiba di Jepang telah makin dulu dihantam rekor curah hujan tinggi.
Bencana hujan lebat bulan lalu memicu status darurat tertinggi dan merendam permukiman di 22 kotamadya. Peristiwa mematikan tersebut merenggut delapan pihak korban jiwa akibat luapan banjir yang masif.
