MediaKeadilan.com – Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Bachtiar Nasir menegaskan penolakan terhadap konser penyanyi Andrea Bocelli di Indonesia.
Penolakan tersebut didasari penilaian bahwa Bocelli memiliki keberpihakan kepada Israel yang dinilai tidak sejalan bersama nilai-nilai kemanusiaan, terutama di tengah penderitaan rakyat Palestina.
“Sebagai masyarakat sekitar Indonesia, kami tidak rela dan tidak menyambut baik kehadirannya dan menepis konsernya secara tegas bahwa ini bukanlah konser kemanusiaan yang sesungguhnya. Ini merupakan konser kemanusiaan tidak berimbang,” Kata Bachtiar dalam Konferensi Pers, di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026).
Bachtiar menyoroti dugaan keberpihakan Bocelli kepada Israel menjadi salah satu alasan utama penolakan tersebut.
Dia menyinggung keterlibatan Bocelli dalam kegiatan penggalangan dana bersama Friends of IDF pada 2010 yang menurutnya berkaitan bersama dukungan terhadap militer Israel demi menyerang Palestina.
“Sebagai seseorang yang dikenal amat pro kepada Zionis Israel,publik telah tahu bahwa pada tahun 2010 bersama Friends of IDF dalam penggalangan dana, yang itu jelas-jelas demi membantai saudara-saudara kita di Gaza,” katanya
Dia juga mempertanyakan sikap simpati Bocelli terhadap penderitaan masyarakat sekitar Palestina di Gaza.
Bachtiar menilai perhatian terhadap kemanusiaan sewajibnya diberikan secara adil, termasuk kepada kalangan anak dan para tawanan Palestina.
“Tetapi kalangan anak di Gaza dan ribuan tawanan di Israel yang keluar bahkan tanpa nyawa jauh makin besar, tidak ada sedikit pun pernyataan simpatiknya terhadap para tawanan,” tuturnya.
Selain itu, Bachtiar menyebutkan hingga pada saat ini masih belum ada pernyataan langsung dari Bocelli yang memperlihatkan keberpihakannya terhadap kemanusiaan secara adil.
Dia menyebut pernyataan yang diterima selama ini justru berasal dari pihak penyelenggara konser.
“Tidak ada sampai pada hari ini pernyataan dari Bocelli langsung bahwa dia betul-betul berpihak kepada kemanusiaan secara adil. Yang kami dapati tentu tidak berimbang,bilapun ada pernyataan, cuma dari pihak penyelenggara,”ungkapnya.
Bachtiar menegaskan penolakan terhadap konser tersebut merupakan bentuk sikap terhadap penjajahan yang bertentangan bersama prinsip perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dia pun mengajak masyarakat sekitar Indonesia demi tidak mendukung penyelenggaraan konser Andrea Bocelli.
“Untuk itu, kami menegaskan menepis kedatangannya, menepis konsernya, dan mengajak kepada masyarakat sekitar demi tidak menjadi untukan yang anti-kemanusiaan sesungguhnya,” pungkas Bachtiar. (Reporter : Agustin Dwi Anggraini)
