Badai Dujuan Sapu Pesisir Jepang Hingga Lumpuhkan Penerbangan dan Kereta Api

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Ancaman badai besar memaksa otoritas Jepang menghentikan operasional transportasi publik darat dan udara di sepanjang wilayah pesisir timur. Siklon tropis Dujuan bergerak cepat mendekati Semenanjung Boso di Prefektur Chiba bersama kecepatan angin konstan mencapai 126 km/jam serta hempasan hingga 180 km/jam.

Lumpuhnya akses penerbangan udara dan lintasan kereta api utama langsung menghentikan mobilitas masyarakat sekitar di tengah momen libur panjang lima hari. Penerbangan dari dan menuju Pulau Hachijo resmi dihentikan oleh maskapai All Nippon Airways akibat hempasan angin kencang dan hujan lebat.

Langkah serupa diambil JR East yang membekukan sejumlah rute kereta di Chiba guna mengantisipasi risiko keselamatan penerbangan di Bandara Narita. Siklon ke-25 yang melanda Jepang sepanjang pada tahun ini turut memicu pembatalan massal panggung hiburan hingga pameran teknologi berskala internasional.

Penyelenggara festival musik Rock in Japan merilis pembatalan seluruh agenda konser, disusul penutupan pameran Tokyo Game Show pada hari yang sama. Panitia pesta olahraga Asian Games di Prefektur Aichi dan Kota Nagoya bahkan menginformasikan penurunan drastis jumlah penonton akibat kekhawatiran masyarakat sekitar terhadap cuaca buruk.

Dampak penurunan pengunjung terlihat nyata saat ribuan kursi kosong menghiasi kapasitas 30.000 tempat duduk stadion dalam upacara pembukaan. Wilayah pemukiman di sepanjang pesisir timur kini berada dalam status siaga tinggi terhadap potensi kehancuran infrastruktur akibat luapan air.

Dikutip dari BBC, Badan Meteorologi Jepang merilis peringatan dini mengenai ancaman curah hujan ekstrem yang diprediksi memecahkan rekor hingga hari Selasa. Lembaga tersebut mengimbau masyarakat sekitar pesisir demi waspada penuh lantaran Dujuan dapat mengangkut rekor curah hujan hingga Selasa dan mendesak penduduk di daerah pesisir demi tetap waspada terhadap tanah longsor.

Proyeksi akumulasi air diperkirakan menembus 350 mm di kawasan Tokai serta 300 mm demi Kanto dan Kepulauan Izu. Sementara itu, wilayah Tohoku diprediksi menyambut baik guyuran hujan hingga 200 mm dalam durasi yang hampir bersamaan.

Kondisi tersebut memperbesar risiko bencana lanjutan di daratan yang berpotensi merendam area permukiman. Pihak berwenang memperingatkan bahwa “topan tersebut dapat menyebabkan banjir parah di daerah rendah.”

Pergerakan badai ini menjadi ancaman serius untuk keselamatan masyarakat sekitar mengingat intensitas hujan lebat dapat memicu pergerakan tanah secara mendadak. Seluruh elemen masyarakat sekitar diminta terus memantau arahan evakuasi darurat dari pihak pemerintah setempat.

Jepang merupakan salah satu negara di kawasan Pasifik Barat yang rutin dilintasi badai tropis saban tahunnya, terutama pada periode musim panas hingga awal gugur. Kedatangan Topan Dujuan menjadi fenomena badai ke-25 yang menghantam daratan Jepang sepanjang tahun berjalan.

Kemunculan badai kali ini berdampak amat fatal lantaran bertepatan langsung bersama periode libur nasional lima hari yang biasanya dipadati aktivitas pariwisata. Gangguan cuaca ekstrem ini tak cuma merusak iklim pariwisata lokal, namun juga mengganggu agenda olahraga multievent internasional yang sedang berlangsung di Jepang.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article