Beautiful Pain Angkat Perjuangan Perempuan Hadapi KDRT hingga Pelecehan Seksual

admin
By admin
4 Min Read

MediaKeadilan.com – Film Beautiful Pain hadir bersama cerita yang mengangkat perjuangan seorang wanita dalam menyikapi berbagai persoalan hidup. Tak cuma soal bertahan setelah keluar dari hubungan rumah tangga, film garapan sutradara Dimas Brodjonegoro ini juga menyoroti isu KDRT, pelecehan seksual, hingga ketimpangan kuasa di lingkungan kerja.

Dimas Aditya selaku salah satu pemeran mengaku tertarik bergabung lantaran tema cerita yang mengangkat perjuangan seorang wanita dalam menyikapi konflik keluarga dan kehidupannya.

“Pertama memang ini film drama yang mengangkat tentang perjuangan dari seorang wanita, bagaimana jalan hidup nya, konflik keluarga yang dihadapinya, tapi dia berusaha demi struggling, ya inti pertama nya itu yaa dari tema ceritanya,” ujar Dimas Aditya pada saat berkujung ke kantor MediaKeadilan.com di Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2026).

Menurut Dimas Brodjonegoro, Beautiful Pain tidak cuma menampilkan perjuangan seorang ibu tunggal yang berusaha membangun kembali kehidupannya dari nol. Film ini juga menghadirkan sejumlah persoalan yang sejumlah dialami wanita.

“Sebenarnya, intinya merupakan dari alur ceritanya itu tentang seorang ibu itu. dan yang dipaparkan disini juga sejumlah, ngga cuman perjalaan dia yang struggling aja tapi ada masalah-masalah yang terkandung message di dalamnya,” kata Dimas Brodjonegoro.

“Didalam ya terdapat pelecehan sexual, tentang kuasa juga di dunia kerja nya dia, dan Semasih belumnya dia merasakan trauma KDRT,” lanjutnya.

Tantangan Selama Produksi

Bagi Dimas Brodjonegoro, Beautiful Pain menjadi tantangan tersendiri lantaran merupakan film panjang pertamanya lantaran semasih belumnya makin sejumlah mengerjakan produksi iklan dan video klip.

“Tantangannya merupakan bila ke filmnya sendiri itu bagaimana menyamakan vision kita terhadap scene yang ingin di take gitu,” ujarnya.

Sementara demi Dimas Aditya tantangan yang di hadapi merupakan memahami gaya penyutradaraan serta menyatukan emosi para pemain dalam setiap adegan.

“Kalau di film ini memang dia maunya itu senatural barangkali, selight barangkali, tapi yang dimaksud dalamnya merupakan bagaimana emosi kita terpendam tapi dapat disampaikan ke penontonnya,” kata Dimas Aditya.

Ia menginginkan Beautiful Pain dapat menciptakan penonton merasa dekat bersama cerita yang disampaikan.

Dimas Brodjonegoro juga menginginkan film ini dapat membuka mata penonton, baik wanita maupun pria, mengenai pentingnya keberanian demi mengambil sikap.

“Bahwa wanita itu wajib berani demi mengambil sikap demi dirinya sendiri, salah satunya merupakan speak up atau kayak menciptakan sesuatu keputusan yang walaupun berat tapi setidaknya itu mencukupi dirinya dulu demi nextnya terdepannya biar kehidupan itu makin enak lagi sebenarnya,” tuturnya.

Selain itu, Dimas Brodjonegoro mengingatkan pentingnya peran orang-orang terdekat sebagai support system untuk mereka yang sedang menyikapi masalah.

“Tolong menjadi support system yang baik, tolong menjadi kawan yang dapat mendengarkan dulu gitu tanpa wajib ngejudge apa pun,” kata Dimas Brodjonegoro.

Melalui Beautiful Pain, para pemain dan tim film menginginkan kisah yang dihadirkan dapat terasa dekat bersama pengalaman penonton sekaligus membuka ruang demi memahami perjuangan seseorang dalam menyikapi persoalan hidup. Karena menyikapi persoalan tidak senantiasa wajib dilakukan seorang diri, dan dukungan dari orang-orang terdekat dapat menjadi untukan penting dalam proses seseorang demi kembali menata kehidupannya. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article