MediaKeadilan.com – Apa jadinya apabila seorang ayah yang dikira telah meninggal tiba-tiba hidup lagi, justru saat sang anak berniat mencairkan uang klaim asuransi jiwa senilai Rp2 miliar demi melunasi cicilan KPR?
Premis penuh kekacauan dan gelak tawa itulah yang tersaji dalam karya terbaru MD Pictures, Gak Ada Matinya.
Film drama komedi garapan sutradara Etienne Caesar ini menggelar malam penayangan perdana (Gala Premiere) yang meriah di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026).
Diproduseri oleh kolaborasi Manoj Punjabi dan komika Muhadkly Acho, film ini siap mengocok perut penonton di seluruh bioskop tanah air mengawali Kamis, 5 November 2026.
Kisah Cicilan KPR dan Sandiwara Kematian
Gak Ada Matinya berpusat pada kisah Binsar (Oki Rengga), seorang pria yang punya hubungan dingin dan berjarak bersama sang ayah, Luhut (Mathias Muchus).
Saat kabar duka datang bahwa Luhut berpulang dan meninggalkan polis asuransi senilai Rp2 miliar, Binsar menyaksikan secercah harapan demi keluar dari jerat utang KPR.
Namun, skenario manis itu buyar seketika. Luhut mendadak bangun dan kembali hidup. Panik uang miliaran rupiah bakal melayang, Binsar nekat menyembunyikan kenyataan bahwa bapaknya masih bernapas.
Aksi petak umpet makin rumit dan kocak ketika seorang petugas asuransi yang cermat bernama Fahri (Fedi Nuril) mengawali mencium kejanggalan dan menjalankan investigasi.
Relevan, Dekat, dan Menyentuh Realita
Bagi Oki Rengga, film ini makin dari sekadar tontonan komedi slapstik. Ia merasa karakter Binsar menyuarakan jeritan hati sejumlah kepala keluarga muda pada hari ini.
“Tokoh Binsar ini dibesarkan bersama didikan orangtua yang tidak sempurna. Makanya sejumlah masalah yang terjadi di hidupnya. Dia punya luka bersama bapaknya, dan dia bertekad masalah itu jangan sampai terulang ke anak dan istrinya,” kata Oki.
Sementara itu, Fedi Nuril yang selama ini lekat bersama citra pria kalem di drama romantis dan religi, kini tampil mengejutkan.
Menariknya, karakternya tetap bernama Fahri, nama yang amat identik bersama peran legendarisnya di Ayat-Ayat Cinta.
“Di sini saya berperan sebagai Fahri, tapi Fahri dari universe yang lain. Bukan Fahri yang serius, melainkan Fahri yang komedi,” imbuh Fedi.
