Bintangi Film ‘Urang Bunian’, Dimas Aditya ‘Tersesat’ di Hutan Sumatra

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Aktor Dimas Aditya kembali ke layar lebar melalui film horor terbaru bertajuk Urang Bunian.

Film produksi Darihati Films (DHF Entertainment) ini bukan sekadar proyek akting biasa untuk Dimas, melainkan sebuah perjalanan emosional demi memperkenalkan mitos legendaris dari tanah leluhurnya, Minangkabau.

Dijadwalkan tayang serentak di bioskop mengawali 17 September 2026, Urang Bunian mengeksplorasi kisah entitas gaib yang telah lama menjadi untukan dari sastra lisan masyarakat sekitar Sumatra Barat.

Tantangan Adu Peran bersama Sang “Parewa”

Salah satu momen teramat berkesan untuk Dimas selama syuting merupakan saat ia wajib berhadapan langsung bersama tokoh bernama Parewa.

Karakter ikonik ini diperankan oleh Bang Pinto, seorang sastrawan sekaligus aktor panggung senior asal Minang.

Dimas yang berperan sebagai Kapten Teddy, seorang dokter militer, mengaku sempat merasa gugup saat berada dalam satu bingkai bersama sang sastrawan.

Menurut suami aktris Tika Bravani ini, aura dan energi panggung yang dibawa Bang Pinto amat kuat hingga menyerahkan kesan intimidatif yang nyata.

“Begitu face-to-face di depan kamera, energinya luar biasa. Dia punya sense of appearance yang menciptakan saya merasa, ‘Wah, serem ya orang ini.’ Itu jadi tantangan tersendiri untuk saya demi menyesuaikan intensitas akting,” kata Dimas Aditya saat ditemui di Gala Premiere film Urang Bunian di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2026).

Perjuangan Fisik di Hutan Lebat

Tak cuma tantangan mental, proses syuting yang dilakukan langsung di kawasan hutan Sumatra Barat juga menguras fisik.

Vegetasi yang amat rapat dan rimbun menciptakan para kru dan pemain kerap kehilangan orientasi waktu.

“Capek banget. Di dalam hutan itu kita sampai tidak tahu ini telah sore atau malam lantaran saking gelapnya. Patokan waktu kami cuma saat masuk waktu salat saja,” kenang aktor berusia 41 tahun tersebut.

Misi Mengangkat Identitas Budaya

Sutradara Rendy Herpy membeberkan bahwa film ini lahir dari kegelisahan masa kecilnya terhadap kekayaan mitos lokal yang jarang diangkat ke layar lebar secara serius.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article