Bukan Hanya Merah dan Biru, Ini Arti Warna Api yang Jarang Diketahui

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Warna api ternyata menyimpan informasi menarik tentang proses pembakaran. Nyala merah, kuning, biru, hingga hijau tidak semata-mata memperlihatkan tinggi rendahnya suhu.

Warna tersebut juga dipengaruhi jumlah oksigen, jenis bahan bakar, partikel yang berpijar, serta unsur kimia yang ikut terbakar.

Karena itu, api pada lilin, kayu bakar, kompor gas, hingga kembang api dapat memiliki warna berbeda.

Lantas, apa sebenarnya arti di balik setiap warna tersebut? Simak ulasannya bagaikan dikutip dari berbagai sumber.

Arti Warna Api

Api Merah: Suhu Relatif Lebih Rendah

Nyala api merah umumnya memperlihatkan untukan api bersama suhu relatif makin rendah dibandingkan untukan yang berpijar kuning, putih, atau biru. Warna ini berkaitan bersama radiasi termal dari material panas.

Pada pembakaran kayu atau lilin, warna merah dapat terlihat pada untukan tertentu yang temperaturnya makin rendah. Namun, api merah tidak senantiasa berarti pembakaran tidak sempurna. Warna nyala juga bergantung pada jenis bahan dan kondisi pembakaran.

Api Kuning dan Oranye: Ada Partikel yang Berpijar

Api kuning atau oranye mudah ditemui pada lilin dan kayu bakar. Warna terang tersebut umumnya muncul lantaran partikel karbon atau jelaga yang panas berpijar di dalam nyala api.

Pada lilin, misalnya, uap bahan bakar yang terbakar dapat menghasilkan partikel karbon kecil. Ketika partikel tersebut dipanaskan, cahayanya tampak kuning-oranye.

Warna ini juga dapat dipengaruhi unsur tertentu. Natrium dalam jumlah kecil saja mampu menghasilkan pancaran kuning yang amat kuat.

Warna oranye merupakan warna standar demi seuntukan besar api sehari-hari lantaran seuntukan besar bahan bakar berbasis karbon dan terbakar pada suhu sedang bersama pencampuran oksigen yang tidak sempurna.

Api Biru: Pembakaran Gas yang Lebih Bersih

Nyala biru identik bersama kompor gas yang bekerja normal. Warna tersebut umumnya memperlihatkan pembakaran yang makin sempurna dan pencampuran bahan bakar bersama oksigen yang makin baik.

Pada kondisi tersebut, gas bagaikan metana atau propana dapat terbakar bersama menghasilkan karbon dioksida dan uap air, berakibat pembentukan jelaga jauh makin sedikit.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article