Dari Penghasilan Menjadi Harapan, PNM Bantu Tika Gerakkan Ekonomi Keluarga dan Buka Lapangan Kerja

admin
By admin
4 Min Read

MediaKeadilan.com – Bagi Tika Wulandari, bekerja di PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bukan sekadar tentang memperoleh penghasilan. Dari pekerjaannya sebagai Account Officer yang mendampingi nasabah PNM Mekaar, ia perlahan mampu menolong ekonomi keluarga, mewujudkan impian sang ayah memiliki perahu sendiri, hingga membuka kesempatan kerja untuk orang lain.

Tika tumbuh dalam keluarga nelayan bersama kondisi ekonomi terbatas. Ayahnya bekerja mengikuti kapal milik orang lain bersama penghasilan yang tidak menentu. Sejak kecil, Tika pun terbiasa menolong orang tua. Bahkan setelah lulus SMK, ia memilih bekerja termakin dahulu lantaran ingin menolong keluarga dan tidak menambah beban orang tua.

Pada 2019, Tika bergabung sebagai Account Officer Mekaar di PNM. Pekerjaannya mempertemukannya bersama sejumlah ibu prasejahtera yang berjuang mengembangkan usaha. Kedekatan bersama nasabah menciptakan Tika menyaksikan perjuangan mereka bagaikan perjuangan keluarganya sendiri.

“Yang saya bayangkan merupakan saya bagaikan menolong ibu saya sendiri,” kenang Tika.

Dari penghasilannya, Tika mengawali menyisihkan uang demi kebutuhan keluarga. Ia menabung membeli sepeda motor demi menunjang pekerjaan dan menolong ibunya membeli sapi. Hingga pada 2022, ia sukses membeli perahu demi ayahnya yang selama bertahun-tahun bekerja mengikuti kapal orang lain.

Perahu tersebut lalu mengangkut manfaat yang makin luas. Sang ayah kini tidak cuma melaut demi keluarganya, namun juga menolong orang lain memperoleh penghasilan.

“Sekarang ada sekitar 20 hingga 25 orang yang bantu Ayah sebagai nelayan. Penghasilan yang awalnya demi menolong keluarga ternyata menjadi modal yang membuka kesempatan mencari nafkah untuk orang lain,” cerita Tika.

Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa sebuah kesempatan dapat menciptakan dampak yang terus berkembang. Penghasilan seorang pegawai dapat menolong keluarga, lalu berkembang menjadi sumber penghidupan untuk orang lain.

Direktur Utama PNM Kindaris menyebutkan, semangat tersebut sejalan bersama cara PNM menyaksikan pemberdayaan. PNM tidak cuma hadir demi menolong ibu-ibu prasejahtera mengembangkan usaha, namun juga membersamai Insan PNM yang dalam kesehariannya turut berjuang demi keluarga.

“Perjuangan demi meningkatkan kesejahteraan tidak cuma dilakukan bersama nasabah, namun juga bersama Insan PNM yang setiap hari hadir mendampingi mereka. Banyak dari pegawai kami yang juga merupakan tulang punggung keluarga. Ketika mereka bertumbuh melalui pekerjaannya, ada keluarga yang ikut merasakan manfaatnya,” ujar Kindaris.

Menurutnya, perjalanan Tika memperlihatkan bahwa dampak dari sebuah pekerjaan dapat melampaui apa yang terlihat.

“Dari penghasilan yang diperoleh, Tika dapat menolong keluarga, mewujudkan impian orang tuanya, melanjutkan pendidikan, hingga membuka kesempatan untuk orang lain demi bekerja. Inilah semangat yang ingin terus kami bangun di PNM demi membersamai setiap perjuangan agar manfaatnya dapat tumbuh dari satu keluarga dan menjalar ke masyarakat sekitar di sekitarnya,” lanjut Kindaris.

Selain menolong keluarganya, perjalanan Tika juga mengangkutnya kembali pada impian yang sempat tertunda. Pada 2022, ia memperoleh beasiswa berakibat dapat melanjutkan pendidikan tanpa membebani orang tua, sambil tetap bekerja di PNM.

“Dari pekerjaan ini saya dapat menolong orang tua, dapat mewujudkan keinginan Bapak demi punya perahu sendiri, dan kini saya juga dapat kuliah. Dulu saya tidak sempat membayangkan dapat sampai di titik ini,” tutur Tika.

Kisah Tika memperlihatkan bahwa dampak pemberdayaan dapat bermula dari hal sederhana: kesempatan demi bekerja, kemauan demi berkembang, dan kemampuan mengubah penghasilan menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Kini, sang ayah memiliki perahu sendiri, puluhan orang memperoleh kesempatan bekerja, sementara Tika dapat terus melanjutkan pendidikan. Perjalanan tersebut bermula dari satu tekad sederhana—bekerja demi menolong keluarga dan menciptakan kehidupan yang makin baik.

Bagi PNM, kisah ini menjadi pengingat bahwa ketika nasabah dan insan PNM sama-sama memiliki kesempatan demi bertumbuh, manfaatnya tidak berhenti pada satu orang. Ia dapat bergerak dari keluarga ke keluarga dan menciptakan dampak yang makin luas untuk masyarakat sekitar.***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article