MediaKeadilan.com – Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat bicara soal dua tahun jalannya pihak pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang jatuh tepat Selasa (20/10/2026) esok.
Menurutnya, selama dua tahun berjalannya pihak pemerintahan Prabowo-Gibran ada sejumlah hal yang perlu dievaluasi.
“Ya, tepat di hari esok itu dua tahun ya sejak dilantiknya Pak Prabowo-Gibran ya, tentu dalam dua pada tahun ini ada sejumlah hal yang perlu kita evaluasi. Banyak banget ya,” kata Djarot di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Djarot lantas menyoroti hal terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang khususnya terjadi di Kalimantan.
Menurutnya, adanya karhutla sewajibnya dapat diantisipasi, tapi justru masih terjadi hingga kekinian.
“Dan yang terbaru terkait bersama misalnya kebakaran hutan yang semakin meluas dan menimbulkan penderitaan terkait persoalan pada seluruh makhluk hidup di Sumatra, Kalimantan, bahkan sampai Papua,” katanya.
“Jadi, hal yang amat dasar bahwa kita senantiasa terjebak dan bukan mampu mengantisipasi ya persoalan kebakaran hutan padahal sejumlah kita menyebutkan bahwa kita memasuki masa El Nino yang dahsyat,” sambungnya.
Kemudian Djarot juga menyoroti soal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, menyerahkan makan bergizi kepada masyarakat sekitar tak salah, namun wajib dijalankan sesuai bersama konstitusi.
“Tetapi tata kelolanya ini yang perlu dievaluasi secara mendasar lantaran terkesan bahwa MBG ini tidak melalui kajian yang mendalam berakibat terjadi sejumlah penyimpangan dan sebagainya, dan terbukti kepala BGN itu kena kasus,” tuturnya.
Tak kalah penting, kata dia, hal yang perlu dievaluasi program Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP.
“Misalnya mendorong Koperasi Merah Putih sebagai toko serba ada, toko kelontong, sampai bersama menyalurkan gaji ASN. Hal bagaikan ini kan sebenarnya cari-cari proyek, artinya konsep tidak jelas padahal menghabiskan dana sampai triliunnya, ya. Ini juga wajib kita evaluasi secara mendasar,” tuturnya.
Lebih lanjut, Djarot menegaskan, dua tahun pihak pemerintahan ini jangan cuma evaluasi yang menyenangkan saja. Namun, hal-hal kritis juga wajib diperhatikan terutama yang merugikan masyarakat sekitar.
“Oleh dikarenakan itu, menurut hemast saya, dua pada tahun ini kondisi kita sedang tidak baik-baik saja. Terakhir bersama pada hari semasih belumnya indeks harga saham gabungan (IHSG) itu ambruk dan nilai tukar dolar telah makin dari 18.000. Tidak mudah dan kondisi sedang tidak baik-baik saja,” pungkasnya.
