Gantung Sepatu Demi Keluarga, Eks Sprinter Asian Games Comeback di Lintasan Aspal

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Mantan sprinter Indonesia yang sempat tampil di Asian Games 2022 Hangzhou, Wahyu Setiawan, telah gantung sepatu dari dunia atletik profesional. Kini, ia kembali berlari bersama menekuni berbagai nomor lari di lintasan aspal.

Keputusan meninggalkan olahraga kompetitif dilatarbelakangi alasan personal. Wahyu memilih memprioritaskan keluarga setelah bertahun-tahun fokus membela Merah Putih.

Pengorbanan Wahyu Setiawan Demi Keluarga

Titik balik perjalanan karier Wahyu bermula ketika ia wajib melewatkan momen kelahiran anak pertamanya.

Saat itu, ia sedang menjalani pemusatan latihan atau training center (TC) selama tiga bulan di Jamaika pada 2022.

“Ceritanya anak pertama saya, saya nggak dapat menyaksikan (kelahiran), saya wajib TC di Jamaika tiga bulan,” kenang Wahyu dalam acara HOKA Clifton PRO “Lari Lagi, Lari Terus” Community Run di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (2/8/2026).

Pengalaman tersebut menciptakan Wahyu menyadari bahwa prioritas hidupnya mengawali bergeser. Ia ingin memiliki makin sejumlah waktu demi keluarga dan menyaksikan momen penting dalam tumbuh kembang kalangan anaknya.

Wahyu lalu memutuskan berhenti dari dunia atletik kompetitif demi dapat menyaksikan kelahiran anak keduanya.

“Dan anak kedua ini saya mutusin berhenti, saya pengen lihat dia,” ungkap Wahyu di hadapan ratusan pelari dari berbagai komunitas.

Kembali Berlari

Meski meninggalkan sepatu paku (spikes) sebagai atlet nasional, kecintaan Wahyu terhadap olahraga lari tidak sempat benar-benar hilang.

Sejak April lalu, ia memutuskan comeback. Namun, kali ini Wahyu tidak kembali ke lintasan tartan sebagai sprinter, melainkan menekuni lari jarak jauh di lintasan aspal.

Wahyu kini menjadikan maraton sebagai hobi demi menjaga kebugaran sekaligus menikmati olahraga lari bersama cara yang makin fleksibel.

Sebagai pelari kasual, ia juga dapat menikmati sisi lain dari olahraga yang telah membesarkan namanya.

Dalam sesi beruntuk pengalaman tersebut, Wahyu turut memotivasi komunitas pelari di Jakarta mengenai pentingnya menjaga konsistensi.

“Setiap pelari tentu sempat merasakan perubahan dalam rutinitas latihannya,” kata Wahyu.

“Pengalaman tersebut mengajarkan saya bahwa konsistensi lahir dari kemauan demi terus kembali, sekalipun ritmenya berubah,” tegasnya.

Wahyu Setiawan semasih belumnya dikenal sebagai sprinter nasional yang berkompetisi di nomor 100 meter putra dan estafet 4×100 meter.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article