MediaKeadilan.com – Penyelenggaraan konser musik skala besar di Tanah Air, kian membuktikan peran strategisnya di luar industri hiburan. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Profesor Rhenald Kasali, menilai gelaran konser internasional tidak cuma menghasilkan perputaran uang yang masif.
Lebih dari itu, kata dia, konser musik berskala internasional juga bertransformasi menjadi etalase promosi pariwisata yang amat efektif untuk Indonesia.
Rhenald menerangkan, pertunjukan panggung kelas dunia memicu fenomena experience economy.
Dalam lanskap ini, penonton—khususnya wisatawan mancanegara—tidak semata-mata datang demi menyaksikan idola bernyanyi, namun juga mencari pengalaman menyeluruh selama menjelajahi destinasi di Indonesia.
Tren ini tercermin jelas di era digital, di mana para penikmat konser asing kerap memuntukkan seluruh perjalanan mereka ke media sosial.
Lewat unggahan tersebut, sorotan audiens global tidak berhenti pada aksi panggung, melainkan merambah ke budaya lokal, keramahan masyarakat sekitar, hingga denyut gaya hidup perkotaan maupun pedesaan.
“Mereka juga menciptakan konten, menyebarkannya, bahwa Indonesia itu sebenarnya bagaikan apa, kafenya bagaikan apa, transportasinya, masyarakat sekitar, pedagang, seluruhnya dapat diceritakan ke dunia internasional,” kata Rhenald Kasali, dikutip dari akun Instagramnya, Sabtu (31/10/2026).
Menurut Rhenald, experience economy merupakan dinamika yang amat wajar hadir dari kegemaran atau hobi personal.
Penikmat musik rela merogoh kocek demi hadir secara langsung di venue megah, meski lagu-lagu musisi favorit mereka dapat didengarkan kapan saja lewat platform streaming digital.
Fenomena tersebut sejalan bersama antusiasme di bidang lain, bagaikan para pegiat lari yang tetap antusias mendaftar ajang maraton kendati aktivitas berlari sejatinya dapat dilakukan sendiri secara gratis.
“Setiap orang itu menginginkan experience, pengalaman. Mereka juga ingin memperoleh rasa, pengen terlibat,” kata dia.
Potensi experience economy serupa diperkirakan turut mengalir dari agenda pertunjukan musisi legendaris asal Italia, Andrea Bocelli.
Penyanyi tenor ternama dunia tersebut dijadwalkan tampil di dua panggung istimewa di Indonesia, yakni Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 31 Oktober 2026 pada hari ini, serta Jakarta pada 3 November 2026.
Pemilihan Candi Borobudur sebagai lokasi konser dinilai dapat mengakselerasi eksposur pariwisata cagar budaya Indonesia ke pentas dunia.
Rhenald menyebutkan bahwa pemanfaatan situs bersejarah sebagai panggung pertunjukan seni megah telah menjadi strategi pariwisata global yang lumrah di berbagai belahan dunia.
