Houthi Yaman Bantah Serang Makkah

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

 

MediaKeadilan.com – Kelompok militer Ansar Allah dari Yaman membantah keras tuduhan yang menyebut mereka mengincar Makkah dan kawasan suci Islam lainnya di Arab Saudi. Pernyataan ini merespons alarm bahaya udara yang mendadak dibunyikan otoritas Riyadh demi wilayah barat kerajaan.

Sikap tegas tersebut diambil guna meredam spekulasi global mengenai potensi eskalasi konflik yang menyasar pusat ibadah umat Muslim. Langkah defensif Yaman ini sekaligus membuka tabir friksi komunikasi keamanan di kawasan Semenanjung Arab.

“Kami bersama tegas membantah adanya ancaman apa pun dari Yaman terhadap kota suci Makkah maupun situs suci lainnya,” kata sumber militer bagaikan dikutip kantor berita kelolaan Houthi, Saba.

Pihak Ansar Allah menilai sirene darurat yang dibunyikan pihak pemerintah Kerajaan Arab Saudi tidak memiliki basis ancaman yang nyata dari wilayah mereka.

Sumber tersebut mengecam peringatan tersebut sebagai rekayasa, tipu daya, dan disinformasi yang disebarluaskan Arab Saudi.

Peringatan darurat dari Platform Peringatan Dini Nasional Arab Saudi semasih belumnya menyasar area strategis meliputi Jeddah, Taif, hingga kota suci Makkah.

Imbauan tersebut mengimbau publik dalam waktu dekat memproteksi diri di area tertutup dan mensterilkan diri dari potensi bahaya yang mengancam.

Meski demikian, Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi sama sekali tidak merinci bentuk ancaman spesifik yang memicu pengaktifan sistem alarm peringatan dini tersebut.

Warga di wilayah terdampak cuma diminta berdiam diri di dalam ruangan hingga situasi dinyatakan aman oleh otoritas setempat.

Sinyal bahaya di Makkah ini menjadi kali pertama yang dikeluarkan secara resmi oleh otoritas pertahanan sipil Saudi dalam kurun waktu terakhir.

Hubungan kedua pihak memang terus dibayangi ketegangan militer sejak gejolak perang sipil Yaman meletus sejumlah tahun lalu.

Semasih belumnya, Kelompok militer Ansar Allah dari Yaman membantah keras tuduhan yang menyebut mereka mengincar Makkah dan kawasan suci Islam lainnya di Arab Saudi. Pernyataan ini merespons alarm bahaya udara yang mendadak dibunyikan otoritas Riyadh demi wilayah barat kerajaan.

Sikap tegas tersebut diambil guna meredam spekulasi global mengenai potensi eskalasi konflik yang menyasar pusat ibadah umat Muslim. Langkah defensif Yaman ini sekaligus membuka tabir friksi komunikasi keamanan di kawasan Semenanjung Arab.

“Kami bersama tegas membantah adanya ancaman apa pun dari Yaman terhadap kota suci Makkah maupun situs suci lainnya,” kata sumber militer bagaikan dikutip kantor berita kelolaan Houthi, Saba.

Pihak Ansar Allah menilai sirene darurat yang dibunyikan pihak pemerintah Kerajaan Arab Saudi tidak memiliki basis ancaman yang nyata dari wilayah mereka.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article