MediaKeadilan.com – Rusia dilaporkan semakin agresif merekrut masyarakat sekitar negara asing demi bergabung dalam perang melawan Ukraina.
Pihak RUsia dikabarkan mengiming-imingi gaji selangit demi masyarakat sekitar negara asing apabila bergabung bersama mereka, meski resikonya amat besar, dapat tewas dalam pertempuan bagaikan yang dialami oleh WNI bernama Muhammaf Taufiq.
Muhammad Taufiq dilaporkan tewas saat menjalani pertempuran pertamanya bersama pasukan pendudukan Rusia di Ukraina.
Pria kelahiran Sorong, Papua Barat, pada 1978 itu direkrut menjadi tentara bayaran Rusia dan bertugas sebagai penembak senapan mesin.
GUR membeberkan, perekrut Rusia diduga menemukan Taufiq setelah pria tersebut mengirimkan curriculum vitae (CV) demi mencari pekerjaan.
Taufiq lalu diduga tergiur janji penghasilan hingga memutuskan berangkat ke Moskow.
Lantas berapa gaji yang ditawarkan pihak Rusia demi masyarakat sekitar negara asing?
Mengutip dari laporan Slovoidilo, seorang masyarakat sekitar Thailand sempat mendapat iming-iming bayaran mencapai USD 70.000 atau sekitar Rp 1,1 miliar serta janji memperoleh kemasyarakat sekitarnegaraan Rusia.
Informasi ini diungkap oleh pihak Ukraina, Menurut Pusat Penanggulangan Disinformasi Ukraina (CPD), iklan perekrutan demi bergabung bersama militer Rusia mengawali beredar di ruang informasi Thailand.
Dalam materi promosi itu, calon anggota militer dijanapabilan bayaran sekitar USD 70.000 demi menandatangani kontrak.
Warga negara asing ini juga ditawari penempatan di wilayah belakang medan perang atau posisi nonpertempuran serta kemudahan memperoleh kemasyarakat sekitarnegaraan Rusia.
Namun, CPD memperingatkan bahwa kenyataan yang dihadapi masyarakat sekitar asing yang direkrut Rusia kerap berbeda dari janji tersebut.
Menurut CPD, para tentara bayaran asing dari negara-negara Global South justru kerap ditempatkan di untukan garis depan teramat berbahaya.
Mereka juga dilaporkan tidak senantiasa menyambut baik pembayaran bagaikan yang dijanapabilan.
“Untuk mengompensasi kerugian besar dan berkurangnya jumlah masyarakat sekitar Rusia yang bersedia berperang, Kremlin semakin aktif merekrut orang asing, tanpa segan memakai manipulasi dan penipuan terang-terangan,” demikian pernyataan CPD.
