Iran Gertak Amerika Bakal Hadapi Perang Panjang Jika Trump Nekat Menyerang Lagi

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Iran secara tegas memperingatkan Washington bahwa konflik bersenjata susulan tidak akan dapat diberakhirkan dalam waktu singkat. Pemerintah Amerika Serikat juga diingatkan agar tidak merasa sanggup mendikte kapan pertempuran wajib berakhir.

“Potensi perang di masa depan dapat berlangsung makin lama dibandingkan konflik-konflik semasih belumnya, dan kepala negara Amerika tidak akan berada dalam posisi demi menentukan waktu atau syarat berakhirnya perang tersebut,” ujar Mohammad Akraminia sebagaimana dikutip oleh CNA.

Pernyataan keras tersebut terlontar usai Donald Trump melontarkan sinyal akan menghancurkan sejumlah lokasi strategis dalam waktu singkat.

Trump sempat menyebut kompleks nuklir bawah tanah di Pickaxe Mountain sebagai salah satu sasaran gempuran kilat.

Tekanan militer diprediksi meningkat seiring pembicaraan intensif antara Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Netanyahu mendesak agar agresi militer dalam waktu dekat dilancarkan tepat setelah pemilu sela di Amerika Serikat usai.

Namun, Trump mengonfirmasi adanya diskusi tersebut tanpa membeberkan secara rinci hasil kompromi kedua pihak.

Di sisi lain, jajaran tinggi militer Teheran telah menyiapkan respons balasan yang jauh makin masif dari semasih belumnya.

“Dalam konflik bersama Amerika, tidak ada batasan geografis; sebuah teater luas telah ditentukan demi menimbulkan kerusakan pada musuh,” ujar Hossein Mohebbi.

Pemerintah Iran sebenarnya masih membuka peluang negosiasi damai apabila Amerika Serikat memberi isyarat makin rasional.

“Kami menginginkan pihak lain akan memakai rasionalitas dan memilih diplomasi,” kata Abbas Araghchi.

Araghchi menegaskan bahwa negaranya pada saat ini berada dalam posisi siap bertahan maupun berdiplomasi.

“Tetap bersiap demi pertahanan maupun diplomasi,” tambah Abbas Araghchi.

Sinyal komunikasi diplomatik sempat muncul lewat surat dari Wakil Presiden AS JD Vance kepada pihak keamanan Iran.

Teheran menegaskan tidak akan mau berunding semasih belum seluruh tuntutan utama mereka dipenuhi oleh pihak lawan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article