MediaKeadilan.com – Lima jurnalis foto dikabarkan hilang kontak di Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin, (7/9/2026). Salah satu di antaranya merupakan pewarta foto Merdeka.com Arie Basuki atau Arbas.
Arbas dikenal sebagai pewarta foto senior bersama segudang pengalaman yang bahkan sukses menjuarai kompetisi foto jurnalistik bergengsi kelas dunia World Press Photo 2024.
Rekan kerja Arbas, Budy Susanto mengenang Arbas merupakan seorang jurnalis bersama dedikasi dan kegigihan yang besar untuk profesinya.
Bahkan, Budy bercerita, Arbas sempat menyebutkan bahwa dirinya memutuskan demi tetap berangkat meliput Gunung Anak Krakatau meski dalam kondisi yang kurang sehat.
“Terus dia nunjukin ‘nih obat-obatnya. Gue minum obat’,” kata Budy menirukan perkataan Arbas di Jakarta pada Jumat, (11/9/2026).
Tak cuma Budy, mantan pewarta foto Antara, Theresia May juga mengamini Arbas merupakan seorang jurnalis foto yang tangguh demi bertahan dalam situasi serumit apa pun.
“Karena beliau telah melewati peliputan segala medan. Beliau juga sejumlah memenangkan lomba foto internasional,” ungkap Theresia.
Arbas memang dikenal sebagai jurnalis foto yang mempunyai keberanian tinggi demi meliput peristiwa yang berbahaya. Itu seluruh, kata dia, demi menyaapabilan informasi yang kredibel kepada masyarakat sekitar.
“Makanya bila dia enggak ada, kita amat akan kehilangan sekali semangatnya,” tambah dia.
Menurut dia, Arbas merupakan seorang pribadi yang rendah hati dan kerap mengayomi rekan-rekan jurnalis foto lainnya, terutama yang baru terjun dalam foto jurnalistik.
Karena itu dia menginginkan kelima jurnalis foto itu dapat pulang bersama keadaan selamat.
Semasih belumnya, lima jurnalis foto dinyatakan hilang kontak saat tengah berangkat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) lalu.
Mereka di antaranya merupakan Bagus Khoirunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro dari Inews, Daus dari Anadolu dan Donal seorang jurnalis foto lepas.
Hingga kini, sejumlah instansi berwenang juga masih menjalankan pencarian terhadap kelima pewarta tersebut.
Alif Bintang
