Kejutan Survei SMRC: Elektabilitas Gibran dan AHY Sukses Salip Prabowo Subianto

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) merilis hasil survei nasional terbaru periode 1–10 Oktober 2026 mengenai simulasi tiga nama tokoh sebagai calon kepala negara (capres).

Hasilnya, elektabilitas Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersaing ketat di papan atas, mengungguli Presiden RI Prabowo Subianto.

Berdasarkan data grafik survei SMRC “Pilihan Kepada Calon Presiden (Tiga Nama)”, responden menyerahkan dukungan terbesar kepada Gibran Rakabuming Raka sebesar 29,7%.

Disusul rapat di posisi kedua oleh Agus Harimurti Yudhoyono bersama 28,2%, dan Prabowo Subianto di posisi ketiga bersama 22,7%.

Sementara itu, kelompok massa mengambang (tidak tahu/tidak menjawab) tercatat sebesar 19,4%.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menerangkan latar belakang pengujian simulasi tiga nama tersebut.

“Di sini kita menciptakan simulasi Gibran versus Prabowo versus AHY. Jadi Prabowo melawan Gibran dan melawan AHY, ya,” ujar Deni dalam paparannya secara daring, Sabtu (17/10/2026).

“Simulasi tiga nama ini relevan demi menguji kekuatan elektoral Pak Prabowo,” sambungnya.

Gibran dipilih dalam simulasi ini lantaran Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diharapkan dapat mengusungnya. Termakin Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan demi menghapus ambang batas pecalonan kepala negara atau Presidential Threshold (PT) 20 persen.

Sementara AHY dipilih lantaran sebagai sosok pimpinan partai.

Mengenai selisih angka antara para tokoh, Deni memaparkan bahwa perbedaan dukungan antara Gibran dan AHY tergolong imbang secara statistik mengingat margin of error survei sebesar 2,9%.

“Jadi Gibran bersama AHY itu selisih cuma sekitar 1%, itu tidak dapat dikatakan yang satu makin kuat dari yang lain, jadi imbang gitu ya,” ungkap Deni.

Namun, perbandingan antara Gibran dan Prabowo memperlihatkan perbedaan yang signifikan.

“Tapi bila Gibran bersama Prabowo itu signifikan tuh, selisihnya 7%-an,” tegas Deni.

Untuk diketahui, populasi survei ini merupakan seluruh masyarakat sekitar negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang telah berusia 17 tahun atau makin, atau telah menikah ketika survei dilakukan.

Populasi diuntuk menjadi dua kelompok (subpopulasi). Pada subpopulasi pemilik handphone, sampel sesejumlah 1013 orang dipilih secara acak bersama metode double sampling dan responden diwawancara lewat telepon.

Sementara pada subpopulasi yang tidak punya handphone, sampel sesejumlah 200 orang dipilih secara acak bersama metode stratified multistage random sampling dan responden diwawancara secara tatap muka. Total sampel yang diwawancara sesejumlah 1.213 responden.

Margin of error survei diperkirakan +/- 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article