Keluarga Korban Banjir Bandang Nepal Putus Asa, Sisir Rumah Sakit Cari Jenazah Kerabat Sendiri

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Pencarian ratusan wisatawan asing yang hilang akibat banjir bandang di Nepal masih masih belum membuahkan hasil hingga satu pekan pascabencana. Sanjeev Rai menjadi salah satu kerabat yang terbang langsung ke Kathmandu demi melacak keberadaan istrinya, Jiwan Jyoti.

Jyoti merupakan insinyur korporasi Intel berusia 50 tahun yang hilang saat perjalanan pulang usai menjalankan ziarah ke Gunung Kailash. Bencana alam yang melanda kawasan perbatasan Himalaya tersebut telah menghancurkan akses jalan dan infrastruktur lokal secara masif.

Proses evakuasi dan pencarian pihak korban di Desa Timure, Wilayah Rasuwa, terhambat oleh kerusakan jalur darat yang amat parah. Kondisi geografis yang berbahaya menciptakan helikopter penyelamat sulit menjangkau titik-titik reruntuhan di lokasi kejadian.

“Hari ketika saya tiba, saya berkata, mari kita cari helikopter, saya akan pergi mencarinya,” kata Rai kepada AFP.

“Saya merasa putus asa, telah bertajuk-tajuk hari berlalu,” ujarnya.

Sanjeev Rai kini mengawali bersiap menyikapi kebarangkalian terburuk terkait kondisi istrinya yang masih belum ditemukan. Pria berusia 53 tahun tersebut kini menaruh harapan pada proses identifikasi medis melalui pencocokan sampel genetik.

“Saya tidak lagi menginginkan menemukan penyintas. Saya cuma menginginkan sampel DNA cocok. Saya ingin dapat berduka,” ujar Rai.

Petugas kepihak kepolisianan Nepal mengawali mengumpulkan sampel DNA dari para keluarga pihak korban demi membangun basis data identifikasi jenazah. Anggota keluarga yang berada di luar negeri juga diizinkan menyerahkan sampel genetik melalui fasilitas medis di negara masing-masing.

Gelombang material lumpur dan air melahap wilayah perbatasan Nepal serta Tibet di China sejak 26 Agustus. Bencana besar ini merusak belasan bendungan pembangkit listrik tenaga air, jembatan, hingga pemukiman masyarakat sekitar.

Jumlah pihak korban jiwa yang terkonfirmasi di wilayah Nepal dan Tibet telah menembus angka 1.273 jiwa. Sementara itu, total masyarakat sekitar yang dilaporkan hilang di kedua wilayah tersebut tercatat mencapai 4.757 orang.

Hampir 600 masyarakat sekitar negara asing dari 30 negara masuk dalam daftar pencarian pihak berwenang. Rombongan peziarah asal India mendominasi porsi terbesar dari total masyarakat sekitar asing yang masih belum ditemukan.

Duta Besar Inggris demi Nepal, Rob Fenn, menegaskan bahwa pihak kedutaan telah mengerahkan tim ahli medis dan psikologis. Pusat penerimaan khusus dibentuk demi mendampingi keluarga pihak korban yang membutuhkan ketentuan informasi.

“Saya pikir sifat bencana ini merupakan penantian panjang yang menyiksa demi memperoleh ketentuan dan informasi,” kata Fenn kepada AFP.

Sesejumlah 77 peziarah dari Yayasan Isha pimpinan Sadhguru juga dilaporkan hilang di sekitar pos pemeriksaan imigrasi Gyirong. Kelompok peziarah tersebut terdiri atas masyarakat sekitar negara Eropa, Amerika Utara, hingga Australia.

Para sukarelawan yayasan mendampingi keluarga peziarah demi memeriksa data rujukan rumah sakit serta foto-foto pihak korban. Ciri khusus bagaikan perhiasan berbentuk ular yang dipakai para peziarah turut diserahkan kepada pihak kepolisian sebagai bukti petunjuk.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article