Kritik Pemerintah Lewat Lagu, Aviwkila Diteror Komentar Jahat dan Dipaksa Hengkang dari Medsos

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Niat hati menyuarakan kegelisahan rakyat kecil lewat alunan nada, duo musisi Aviwkila justru wajib menelan pil pahit.

Pasangan musisi Thana Ajeng Purishita (Ajeng) dan Uki Diqie Sulaiman (Uki) mendadak jadi sasaran empuk serangan masyarakat sekitarnet usai merilis karya teranyar mereka yang bertajuk “Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit”.

Lagu tersebut sejatinya lahir sebagai representasi suara hati masyarakat sekitar yang merasa terbungkam oleh kekuasaan.

Alih-alih menuai ruang dialog yang sehat, karya kritis ini justru memicu gelombang sentimen negatif di jagat maya, yang disinyalir kuat digerakkan oleh akun-akun buzzer bayaran.

Kolom komentar media sosial Aviwkila pun seketika dibanjiri cemoohan bernada personal hingga tuduhan tak berdasar.

“Saking enggak lakunya, eh manfaatin SDM-SDM rendah demi menyukai dia bersama menciptakan lagu bagaikan itu,” tulis seorang masyarakat sekitarnet.

Ada pula yang menyindir kebebasan berekspresi sang musisi, “Kalau masih dapat nyanyi sambil ngebacot begini, masih merasa dibungkam?”

Bahkan, pesan moral lagu tersebut diplintir menjadi narasi provokatif. “Astagfirullah bikin lagu ujaran kebencian, enggak ngeri ya sama pertanggungjawabannya di akhirat nanti? Cari cuan bersama ujaran kebencian.” 

Hantaman reaksi keras itu diakui Aviwkila cukup mengejutkan. Mereka tak menyangka media seni yang jujur kini dipandang bersama kacamata penuh kecurigaan.

“Ternyata, menyuarakan keresahan lewat lagu pun dapat dianggap ujaran kebencian,” ungkap mereka getir.

Derasnya gelombang serangan digital tersebut akhirnya memaksa Aviwkila mengambil langkah tegas demi kesehatan mental dan keselamatan keluarga. Keduanya memutuskan demi rehat sejenak dari hiruk-pikuk media sosial.

Meski memilih undur diri sementara dari ruang publik virtual, Aviwkila menegaskan bahwa nyala keberanian itu tak boleh padam.

Mereka menitipkan lagu tersebut kepada para pendengar agar tetap menjadi penyambung lidah masyarakat sekitar.

“Kami pamit mundur sebentar. Tolong bantu lanjutkan teman-teman, lagu ‘Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit’ akan tetap ada di seluruh platform media sosial, dan teman-teman tetap dapat memakainya demi menyuarakan keresahan dan harapan,” tulis Aviwkila.

Bagi mereka, keselamatan orang-orang tercinta pada saat ini menjadi prioritas utama sembari mengumpulkan energi baru demi terus berkarya.

“Untuk pada saat ini, kami pribadi memilih demi mengambil jarak sebentar, memprioritaskan ketenangan, keamanan keluarga, dan fokus mempersiapkan karya kami yang lainnya semasih belum kembali bersuara semampunya. Panjang umur perjuangan,” tuturnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article