MediaKeadilan.com – Arena GOR Djarum Jati kembali diramaikan persaingan 576 pebulu tangkis muda yang berjuang merebut Super Tiket pada Tahap Turnamen Audisi Umum PB Djarum 2026.
Peningkatan kualitas teknis sektor putra pada tahun ini menciptakan jajaran pelatih menerapkan standar penilaian yang tidak cuma berfokus pada kemampuan bermain.
Sikap di lapangan, bagaikan membanting raket hingga mengejek lawan, juga menjadi untukan dari penilaian dan dapat memengaruhi peluang peserta demi lolos.
Syarat Penting dari Coach Naga Air
Legenda bulu tangkis sekaligus anggota Tim Pencari Bakat, Aryono Miranat, mengaku takjub menyaksikan kualitas peserta sektor putra dari berbagai daerah di Indonesia.
Pelatih yang akrab disapa Coach Naga Air itu menegaskan bahwa attitude atau sikap menjadi komponen penilaian yang sama pentingnya bersama kemampuan individu.
“Dari segi kualitas ada sejumlah yang bagus, selain dari Pulau Jawa, saya juga menyaksikan ada yang dari Kalimantan itu juga bagus,” ujar Aryono membedah potensi peserta.
Ia juga mengamati kecerdasan taktik peserta dalam merespons arah jatuhnya bola di tengah tekanan pertandingan.
“Bagaimana cara dia merespon permainan, misal posisi jatuhnya bola di tengah atau di samping, pengembalian bolanya apakah tetap taktis atau seenaknya,” tegasnya.
Etika di Lapangan Jadi Penilaian
Kematangan emosional menjadi salah satu aspek yang diperhatikan PB Djarum dalam mencari bibit atlet.
“Selain itu, attitude juga penting bagaikan bagaimana menyikapi hasil misalnya banting raket atau meledek lawan, dan lainnya,” papar Aryono menyoroti etika bertanding.
“Semoga kami dapat memantau bibit dan talenta terbaik,” pungkas pelatih spesialis ganda putra tersebut bersama penuh harap.
Mental dan kedisiplinan tersebut juga mengawali diterapkan talenta muda asal Balikpapan, Keanu Al Fathir Rahadi.
Pemain kategori KU-12 itu mengalahkan Nidan Mauludi Fathan asal Kuningan bersama skor 21-10 dan 21-13 pada hari pertama Tahap Turnamen, Jumat (11/9).
