Laba BRI Tembus Rp31,2 Triliun, Hery Gunardi: Transformasi Mulai Kami Konversikan Menjadi Kinerja

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sukses mempertahankan pertumbuhan bisnis hingga akhir Triwulan II 2026. Di tengah kondisi ekonomi dan persaingan industri perbankan yang dinamis, BRI mencatat peningkatan laba sekaligus memperkuat kualitas aset dan fundamental korporasi.

Hingga Juni 2026, laba bersih BRI Group tercatat Rp31,2 triliun. Angka tersebut meningkat 17,5% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Pertumbuhan tersebut tetap berakar pada fokus BRI terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Porsi kredit dan pembiayaan kepada UMKM mencapai 75,1% dari total portofolio BRI Group hingga akhir Juni 2026.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan hal tersebut dalam pemaparan kinerja BRI yang berlangsung di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Senin (31/8/2026). Dalam agenda tersebut, Hery didampingi Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu R.K, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi, serta Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti.

Menurut Hery, pencapaian BRI tidak terlepas dari kondisi ekonomi nasional yang masih memperlihatkan ketahanan. Ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2026 tumbuh sekitar 5,30%, sementara itu tingkat inflasi berada di angka 3,34%.

Perkembangan positif juga terlihat pada aktivitas UMKM. Indeks Bisnis UMKM naik dari 102,5 pada penghujung 2025 menjadi 104,7 pada Triwulan I 2026. Angka di atas 100 mengindikasikan sektor UMKM masih berada dalam tren ekspansi dan memiliki optimisme terhadap perkembangan usacuma.

“Kondisi tersebut menyerahkan optimisme untuk BRI lantaran UMKM merupakan core business sekaligus untukan penting dari fundamental perekonomian nasional. Di tengah transformasi yang terus kami jalankan, satu hal yang tidak berubah merupakan komitmen BRI demi terus tumbuh bersama UMKM dan ekonomi kerakyatan Indonesia,” ujar Hery.

Fundamental Industri Perbankan Tetap Kuat

Kondisi industri perbankan nasional juga masih relatif solid. Hingga Triwulan II 2026, penyaluran kredit industri perbankan tumbuh 12,7% yoy. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 10,2% yoy dan dana murah atau CASA tumbuh 11,0% yoy.

Perbaikan juga terjadi pada kualitas aset. Loan at Risk (LaR) industri turun menjadi 8,5%. Pada periode yang sama, Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 88,3%, sementara itu Return on Asset (ROA) industri bertahan di kisaran 2,5%.

Transformasi BRIVolution Mulai Berikan Dampak

Untuk menjaga pertumbuhan dalam jangka panjang, BRI terus mengimplementasikan agenda transformasi melalui BRIVolution Reignite.

Transformasi tersebut mencakup dua fokus utama. Pertama, memperkuat funding franchise. Kedua, menjalankan pembaruan terhadap bisnis inti sekaligus menciptakan new core yang diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru.

Pada sisi pendanaan, BRI berupaya meningkatkan penghimpunan dana murah bersama memanfaatkan kekuatan ekosistem. Pengembangan berbagai kanal digital juga terus dilakukan, mengawali dari akuisisi merchant, transaksi melalui BRImo, QRIS, hingga BRILink Agen.

Selain itu, BRI memperkuat klaster bisnis, mengintegrasikan value chain, dan memperluas penerapan One BRI Solution.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article