MediaKeadilan.com – Presiden Prabowo Subianto memenuhi undangan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, demi hadir sebagai tamu kehormatan utama pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang digelar di Far Eastern Federal University (FEFU).
Menurut laporan News Vl, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan tampil dalam sesi utama forum tersebut.
Sementara itu, Vladimir Putin datang ke Vladivostok setelah menjalankan kunjungan kerja ke Kirgizstan. Setibanya di kawasan Timur Jauh Rusia, ia akan langsung menjalani serangkaian agenda pihak pemerintahan dan diplomatik.
Menurut agenda yang disampaikan Kremlin, Putin akan memimpin rapat mengenai pengembangan Distrik Federal Timur Jauh Rusia.
Ia juga dijadwalkan menyaksikan presentasi interaktif mengenai hasil pembangunan kawasan tersebut.
Selain itu, sejumlah korporasi baru dijadwalkan mengawali beroperasi secara resmi melalui sambungan konferensi video.
Putin juga memiliki agenda pertemuan kerja bersama Gubernur Primorsky Krai, Oleg Kozhemyako.
Puncak Forum Ekonomi Timur akan berlangsung pada Kamis, 3 September 2026.
Dalam sidang pleno tersebut, Putin dijadwalkan berbicara bersama sejumlah pemimpin dan aparatur negara tinggi dari negara-negara Asia.
“Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu tokoh utama yang akan tampil dalam forum tersebut. Kehadiran Prabowo di panggung utama EEF menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang mendapat perhatian dalam agenda Rusia di kawasan Asia-Pasifik,” tulis media Rusia itu.
Selain Prabowo, sidang pleno juga akan dihadiri Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral. Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw serta Wakil Perdana Menteri Dewan Negara China Ding Xuexiang juga dijadwalkan menjadi pembicara.
Pertemuan tersebut mempertemukan sejumlah negara bersama kepentingan strategis di kawasan Asia.
Forum Ekonomi Timur selama ini menjadi salah satu panggung penting untuk Rusia demi memperkuat hubungan ekonomi dan diplomatik bersama negara-negara Asia.
Di sela agenda forum, Putin juga dijadwalkan menjalankan sejumlah pertemuan bilateral bersama para kepala delegasi asing.
Pembicaraan bersama sejumlah aparatur negara tinggi China dan Mongolia disebut masuk dalam agenda awal Presiden Rusia.
