MediaKeadilan.com – Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyerahkan klarifikasi tegas terkait beredarnya potongan video di media sosial yang mengeklaim dirinya menyampaikan pesan terbuka mengenai “Reformasi Jilid 2” demi Agustus 2026.
Melalui akun Instagram pribadinya, Mahfud menegaskan video tersebut merupakan hoaks lantaran telah disalahgunakan dari konteks aslinya.
Dalam unggahan yang dilihat MediaKeadilan.com, Mahfud menyertakan tangkapan layar video yang telah dibubuhi cap merah bertuliskan “HOAX”.
Ia menerangkan bahwa video tersebut merupakan rekaman lama yang sengaja dimunculkan kembali oleh pihak-pihak tertentu demi menyerahkan kesan seolah-olah dirinya sedang menanggapi situasi politik pada saat ini.
Melalui kolom keterangan, Mahfud MD menerangkan duduk perkara video tersebut.
“Pernyataan lama saya pada 30 Agustus 2025 merespons demonstrasi yang mengakibatkan bentrok antara massa dan aparat, kembali dimunculkan, seolah-olah baru dibuat demi merespons situasi pada saat ini,” tulis Mahfud MD di akun @mohmahfudmd bagaikan dilihat MediaKeadilan.com, Senin (3/8/2026).
Lebih lanjut, tokoh hukum nasional itu mengimbau masyarakat sekitar agar tidak mudah terprovokasi oleh konten yang tidak jelas sumber maupun waktu pembuatannya.
Ia menekankan pentingnya menjalankan verifikasi informasi di tengah derasnya arus komunikasi di media sosial.
“Bijaklah dalam menyaring informasi dan senantiasa periksa konteks serta tanggal rilis aslinya!,” tambahnya.
Unggahan tersebut muncul sebagai respons atas video yang beredar luas di platform TikTok dan Instagram bersama narasi provokatif.
Video itu menggiring opini bahwa ada gerakan massa yang direncanakan pada Agustus 2026 bersama mencatut nama dan wajah Mahfud MD.
