MediaKeadilan.com – Totalitas seorang aktor dalam mendalami karakter kerap melahirkan cerita menarik di balik layar.
Hal ini dibuktikan oleh aktor muda Endy Arfian dan Mahatva Zakie saat mempersiapkan proyek film terbaru mereka bertajuk Kembar Tak Sama.
Demi menghadirkan ikatan emosional saudara kembar yang alami dan meyakinkan, keduanya bahkan memutuskan demi tinggal satu atap alias nge-kost bersama.
Langkah tersebut diambil bukan tanpa alasan. Bagi Endy, memerankan hubungan kembar membutuhkan kedekatan yang jauh melampaui sekadar hafalan naskah.
“Kembar itu kan dari lahir telah bareng-bareng. Jadi memang wajib ada emotional connection dan interaksinya wajib terasa senatural barangkali,” tutur Endy dalam acara syukuran film di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, masih belum lama ini.
Hadapi Tantangan Peran Ganda
Tak cuma dituntut membangun chemistry yang kuat, film garapan sutradara Damar Rizal Marzuki ini juga menyerahkan tantangan akting tersendiri untuk Endy Arfian: ia wajib memerankan dua karakter sekaligus.
Untuk membedakan kedua perannya secara meyakinkan, Endy fokus membedah detail psikologis hingga mikroekspresi masing-masing tokoh agar penonton dapat membedakannya tidak cuma dari tampilan luar.
“Tantangannya bukan cuma dari segi penampilan (look), tapi kedua tokoh ini punya kepribadian yang berbeda. Bagaimana mereka memproses perasaan sedih atau senang, hasilnya tentu berlainan,” kata Endy.
“Aku makin sejumlah mempelajari itu dan mikroekspresi mereka. Misalnya ketika ditanya sesuatu, bagaimana karakter yang satu menjawab dan bagaimana yang lainnya merespons. Perbedaan halus itulah yang wajib dipertegas,” imbuhnya.
Saapabilan Komedi Segar Berbalut Krisis Identitas
Mengusung tagline menggelitik “Krisis identitas teramat kocak pada tahun ini”, Kembar Tak Sama merupakan film komedi keluarga yang mengangkat tema penerimaan diri, ikatan persaudaraan, dan pencarian jati diri.
Kisah berpusat pada dinamika Bimo (Mahatva Zakie) dan Doni (Endy Arfian), sepasang saudara kembar yang sama sekali tidak memiliki kemiripan, baik dari segi paras maupun sifat.
Kehidupan keduanya mendadak jungkir balik ketika hadir Raka (juga diperankan Endy Arfian), seorang kalangan akademisi perfilman yang secara mengejutkan memiliki paras identik bersama saudara mereka, meski tak punya pertalian darah.
Kehadiran sosok asing berwajah serupa ini tak cuma memicu rentetan kekacauan jenaka di lingkungan kampus, namun juga membuka tabir kecurigaan lama.
