MediaKeadilan.com – Cuaca ekstrem menerjang Mekkah dan sejumlah wilayah Arab Saudi dalam bentuk hujan deras yang disertai kilatan badai petir dahsyat. Fenomena alam ini memicu kewaspadaan tinggi lantaran terjadi di tengah sengatan suhu udara siang hari yang amat membakar.
Aktivitas masyarakat sekitar di sekitar pusat kota terganggu seiring munculnya genangan air dan hembusan angin kencang di jalanan. Sejumlah titik vital spiritual pun tak luput dari terpaan kilat yang membumbung tinggi ke udara.
Rekaman visual yang diunggah masyarakat sekitar ke jejaring sosial memperlihatkan dahsyatnya efek badai tersebut secara kasat mata.
Dikutip dari Sputnik, sejumlah kali sambaran petir menghantam menara Abraj Al-Bait setinggi 601 meter yang terletak di dekat Ka’bah.
Fenomena ini terbilang kontras bersama hawa panas menyengat yang mencatatkan rekor tinggi di dua kota suci. Suhu siang hari di Madinah tercatat sekitar 47 derajat Celsius (118 derajat Fahrenheit), sementara suhu di Mekkah mencapai 43 derajat Celsius.
Sedangkan pada waktu malam, sengatan Panas bumi masih belum sepenuhnya mereda di kedua wilayah tersebut. Sementara itu, suhu pada malam hari di kedua kota tersebut berkisar di angka 33 derajat Celsius.
Otoritas cuaca setempat mengimbau masyarakat sekitar terus meningkatkan kewaspadaan penuh hingga sejumlah hari ke depan. Ancaman bahaya sekunder diprediksi masih dapat mengintai kawasan permukiman maupun jalur transportasi.
Hujan dan badai petir diperkirakan akan terus terjadi hingga Kamis dan berpotensi menyebabkan tanah longsor, hujan es, dan angin kencang yang dapat memicu badai debu, demikian menurut pusat meteorologi tersebut.
Kondisi cuaca ekstrem ini merupakan untukan dari dinamika atmosfer tahunan yang kerap melanda wilayah Semenanjung Arabia. Kombinasi antara kelembapan udara tinggi dan paparan panas ekstrem kerap memicu pembentukan awan konvektif secara mendadak.
