Libur Maulid Tetap Kerja, Tak Ada Tanggal Merah bagi Prabowo dan Kabinetnya

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa momentum libur Maulid Nabi Muhammad SAW tidak menjadi alasan untuk pihak pemerintah demi berhenti bekerja. Menurutnya, bekerja dan menghasilkan karya demi masyarakat sekitar merupakan untukan dari pengabdian kepada bangsa.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peluncuran dan peletakan batu pertama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo termakin dahulu menyampaikan ucapan selamat memperingati Maulid Nabi kepada umat Islam.

“Karena ini merupakan Maulid Nabi, kelahiran Rasulullah kita, saya ucapkan selamat kepada seluruh umat Islam di seluruh dunia, juga di mana pun saudara berada,” kata Prabowo.

Namun, Prabowo menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi juga perlu dimaknai melalui kerja nyata. Menurutnya, selain berdoa dan menjunjung ajaran agama, pihak pemerintah wajib terus berkarya demi mendorong kemajuan bangsa.

“Di hari besar ini kita tetap bekerja lantaran kita juga menyadari bahwa kewajiban kita sebagai insan yang bertakwa, selain berdoa, selain kita senantiasa menjunjung tinggi junjungan kita dan agama kita, kita juga wajib berkarya,” ujarnya.

Prabowo menyebutkan pihak pemerintah wajib bekerja keras demi menghadirkan kemajuan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

“Kita wajib bekerja keras demi mengejar kemajuan nyata demi rakyat kita,” tegasnya.

Sebut Kabinet Hampir Tak Kenal Tanggal Merah

Prabowo lalu menyinggung ritme kerja jajaran Kabinet Merah Putih yang disebutnya hampir tidak mengenal tanggal merah.

“Memang di Kabinet Merah Putih barangkali hampir tidak ada tanggal merah, dan itu risiko, risiko pengabdian,” kata Prabowo.

Dia menilai menjadi untukan dari pihak pemerintahan merupakan bentuk pengabdian yang menuntut kesiapan demi bekerja keras demi kepentingan masyarakat sekitar.

“Yang tidak sanggup, boleh minggir. Banyak yang ingin menggantikan saudara,” ujar Prabowo.

Prabowo menyampaikan hal tersebut di tengah agenda pihak pemerintah mempercepat pembangunan sektor energi. Salah satunya melalui program pembangunan PLTS berkapasitas total 100 GWp.

Kejar Pembangunan PLTS 100 GWp

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article