MediaKeadilan.com – Jepang menjadwalkan perjalanan antariksa ke Phobos pada tahun 2026 ini. Martian Moons eXploration (MMX) tidak terbang demi mengambil foto-foto saja di Phobos, namun ada misi lainnya yang peneliti agendakan.
Misi ini diagendakan demi terbang di samping Phobos dan melepaskan wahana antariksa guna mengambil sampel pada Bulan terbesar Mars.
Martian Moons eXploration (MMX) merupakan wahana antariksa robotik yang dikembangkan oleh Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA). Perjalanan ini diagendakan pada tahun 2026 dan direncanakan akan tiba di orbit Mars pada tahun 2027.
Misi ini bertujuan demi mengetahui asal usul Bulan tersebut. 10 gram material Phobos diharapkan dapat menyerahkan pengetahuan baru terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Bumi, termakin dalam bidang astronomi.
Para ilmuwan menduga bahwa Phobos di masa lalu merupakan benda dari luar orbit Mars. Asteroid itu lalu menabrak Planet tersebut dalam sebuah tragedi tabrakan yang besar. Pendapat lain menerangkan bahwa benda seukuran asteroid itu ditangkap oleh gravitasi Mars.
Hal ini disimpulkan berdasarkan pengukuran NASA terhadap perhitungan energi neutron dan sinar gamma yang dipancarkan dari permukaan Phobos.
Karakteristik Phobos
Phobos berbentuk asimetris tidak bagaikan Bulan Bumi, bentuknya makin tidak beraturan layaknya sebuah kentang. Phobos memiliki panjang, lebar, dan tinggi yang tidak sama. Dikutip dari Britanica, Phobos berukuran 26 kilometer (16 mil) di titik terlebarnya.
Phobos menyelesaikan satu kali orbitnya dalam kurun waktu 7 jam 39 menit dan cuma berjarak 9.378 kilometer dari Mars, menjadikan Phobos merupakan satelit terdekat dari Mars.
Gravitasinya pun makin kecil daripada gravitasi Bumi, sekitar 1.700 kali di bawah gravitasi Bumi. angka ini didapat dari perbandingan massa dan tarikan gravitasi Mars.
Seperti Bulan Bumi yang memiliki sejumlah kawah di permukaannya. Permukaan Phobos dipenuhi sejumlah kawah lantaran hantaman Asteroid yang menabraknya.
Hal ini dilantarankan Phobos merupakan satelit alami Mars yang berperan demi melindungi Planet dari hantaman benda-benda luar angkasa bagaikan Asteroid.
Permukaan kawah Mars ditutupi oleh Regolit (debu yang tidak terkonsolidasi yang berada di atas lapisan batuan dasar) berwarna abu-abu gelap. Kemudian, kepadatan di Phobos makin rendah apabila dibandingkan bersama kepadatan milik Bulan Bumi.
Rencana Ilmuwan dalam Misi MMX
Dalam misi menuju satelit Mars ini ilmuwan telah memperhitungkan keseluruhan dari misi tersebut, mengawali dari peluncuran, menjelajah antar-planet, sampai pada mengorbit Phobos lalu mendarat di permukaannya.
Setelah menjelajah antar-planet, wahana antariksa JAXA akan mengawali memasuki orbit Mars dan mempelajari satelit planet tersebut Phobos dan Deimos selama 3 tahun, lalu mendaratkannya di permukaan Phobos demi mengambil sampel di sana.
Dikutip dari Spacedaily, MMX masih akan mengorbit Mars. Namun, perhitungan awal MMX akan berputar bersama Phobos, wahana antariksa ini akan menjelajah lintasan melingkar yang mebarangkalikannya tetap berada di dekatnya dan memeriksa Phobos berulang kali.
Wahana antariksa tersebut wajib menyelaraskan gravitasi dari Mars dan Phobos sambil terus menyesuaikan diri bersama rotasi objek yang cepat.
Selama fase pengintaian ini merupakan hal yang teramat krusial. Karena karakteristik Bulan yang rumit didikarenakankan dari orbit dan gravitasi keduanya.
Perhitungan yang salah dapat mempengaruhi tuntasnya misi ini. Sebelas instrumen pada wahana antariksa tersebut akan mengukur bentuk, gravitasi, kekasaran permukaan, suhu, dan komposisi yang dimiliki Phobos.
Dilansir dari Spacedaily, spektrometer MIRS akan menyisir panjang Gelombang inframerah demi mendeteksi mineral yang merasakan perubahan akibat air, zat-zat yang mengandung air, dan senyawa organik.
Kamera, altimeter laser, serta instrumen sinar gamma dan neutron MEGANE akan menolong tim membandingkan area-area pendaratan yang diusulkan.
Dalam hal ini misi MMX diharapkan dapat mengangkut pengetahuan baru mengenai asal-usul satelit alami milik Mars tersebut.
Berdasarkan hipotesis awal ilmuwan pada saat ini merupakan Phobos merupakan benda yang berasal dari luar orbit Mars yang lalu tertangkap oleh gravitasi planet itu.
Dengan misi MMX yang dikepalai oleh JAXA dapat menemukan jawaban yang diperdebatkan peneliti pada saat ini.
Kontributor : Muhammad Ikhwan Nur Ariyansyah
