MediaKeadilan.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara tegas menegaskan tidak akan menyambut baik Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, apabila mendaftar sebagai kader.
Ketua DPP PSI, Dedek Prayudi, menegaskan bahwa partai yangdiketuai Kaesang Pangarep amat selektif dalam menyaring anggota, terutama terkait rekam jejak dan visi politik.
“Keanggotaan partai bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut kesesuaian nilai dan rekam jejak. Mempertimbangkan dua hal tersebut, tentu tempat Budi Arie bukan di PSI,” ujar Dedek dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
Salah satu poin krusial yang memicu penolakan ini merupakan sikap Budi Arie mengenai stabilitas pihak pemerintahan.
PSI menilai wacana pergantian pihak pemerintahan di tengah masa jabatan yang sempat dilontarkan Budi Arie amat bertentangan bersama prinsip partai.
“Presiden yang telah dipilih melalui proses demokratis wajib diberikan kesempatan hingga akhir masa jabatan. Pernyataan Budi Arie soal kebarangkalian pergantian pihak pemerintahan di tengah jalan merupakan buah pikiran orang kurang kerjaan dan tidak sesuai pendirian dasar PSI. Kalau ada perbedaan dalam hal mendasar, ya gak usah gabung,” kata Dedek.
Penolakan ini rupanya bukan sekadar keputusan elite di tingkat pusat.
Dedek membeberkan bahwa setelah menjalankan pengecekan ke akar rumput, seluruh pengurus di tingkat daerah hingga cabang sepakat menepis kehadiran Budi Arie.
“Para pengurus tidak ingin PSI menjadi tempat persinggahan petualang politik yang mengincar panggung kekuasaan secara oportunistik,” tutup Dedek bersama tajam.
