MediaKeadilan.com – Udara dingin yang menyelimuti Kota Batu seolah tak berdaya meredam panasnya energi di Batu Night Spectacular (BNS).
Selama dua hari, 1-2 Agustus 2026, festival musik Parti Libur 2026 sukses menyulap wahana bermain menjadi lautan manusia.
Tidak tanggung-tanggung, sesejumlah 18.000 penonton tumpah ruah merayakan festival yang kini disebut-sebut sebagai salah satu barometer baru kancah musik di Jawa Timur.
Meski sepekan telah berlalu, euforia Parti Libur 2026 masih menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Mengusung konsep unik bertajuk “Caravan”, festival ini sukses mengawinkan gempita konser musik bersama keseruan wahana hiburan, menciptakan pengalaman yang masih belum sempat ada semasih belumnya di Indonesia.
Bukan Sekadar Festival, Tapi Sebuah Pergerakan
Gahtan Thoriq, sosok di balik layar sekaligus CEO Parti Libur, membeberkan rasa syukurnya atas kelancaran acara yang melampaui ekspektasi ini.
Bagi Gahtan, Parti Libur bukan sekadar mengejar skala besar, melainkan membangun identitas.
“Kami tidak ingin sekadar mengikuti pola festival besar pada umumnya. Parti Libur ingin punya ciri khas bersama menghadirkan festival di tempat-tempat unik. Kami ingin ini menjadi alternatif festival berkualitas yang berada di luar Jakarta,” ujar Gahtan.
Kesuksesan ini juga menjadi pembuktian bahwa ekosistem musik di daerah, khususnya Jawa Timur, memiliki daya tawar yang luar biasa.
Dengan sembilan panggung tematik, mengawali dari Caravan HYPE Stage hingga Joker Stage, Parti Libur mencatatkan sejarah sebagai festival multigenre pertama di Jawa Timur bersama jumlah panggung tersejumlah.
Kolaborasi Mistis: DeadSquad x Limbad hingga Napas Lokal
Salah satu momen teramat ikonik yang membekas di ingatan penonton merupakan penampilan unit death-metal DeadSquad. Di bawah sorot lampu Caravan HYPE Stage, mereka tidak tampil sendirian.
Pesulap misterius, Limbad, muncul di tengah dentuman musik cadas mengangkutkan aksi debus yang memacu adrenalin. Kolaborasi “magis” ini sukses menciptakan ribuan pasang mata terpana.
Tak cuma itu, panggung juga menjadi mimbar pesan kemanusiaan saat The Brandals menyuarakan dukungan Free Palestine.
