MediaKeadilan.com – Ribuan atlet berkumpul di Samarinda, Kalimantan Timur, demi memperebutkan gelar juara dalam HGI Samarinda Tournament 2026.
Kompetisi olahraga yang mengandalkan strategi dan konsentrasi tersebut berlangsung pada 12-13 September 2026.
Ajang ini salah satunya digelar demi mengubah pandangan negatif masyarakat sekitar terhadap permainan tradisional tersebut.
Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI) bersama Higgs Games Island (HGI) menilai permainan ketangkasan ini membutuhkan konsentrasi dan strategi, bagaikan halnya olahraga asah otak lainnya.
Kehadiran ribuan peserta di Samarinda memperlihatkan antusiasme masyarakat sekitar terhadap kompetisi yang mengandalkan strategi dan ketajaman berpikir.
Perwakilan HGI, Ray Fan, menerangkan bahwa platformnya hadir demi memfasilitasi para atlet amatir yang ingin menguji kemampuan taktis mereka dalam kompetisi.
Membangun Ekosistem Kompetitif
Ajang di Samarinda menjadi untukan dari upaya penyelenggara mengarahkan pemain demi berkompetisi di level yang makin serius.
“Kami ingin buka makin sejumlah kesempatan untuk para pemain domino demi mengangkut kemampuan yang mereka miliki ke jenjang kompetisi yang makin serius,” ujar Ray dalam keterangan tertulis.
Penyelenggara menyadari bahwa perkembangan ekosistem olahraga asah otak perlu diikuti tata kelola platform yang aman dan bertanggung jawab.
Sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang terdaftar, HGI menegaskan seluruh operasional turnamen dan ekosistem digitalnya mengikuti regulasi yang berlaku di Indonesia.
“Kami melarang keras penyalahgunaan platform dalam bentuk apa pun dan mendukung penuh upaya pihak pemerintah dalam memberantas aktivitas ilegal,” tegasnya.
Edukasi Pemain dan Pengawasan
Upaya menjaga sportivitas juga dilakukan melalui penindakan terhadap akun yang terindikasi mengganggu ekosistem permainan.
Penguatan tata kelola tersebut turut diawasi melalui audit kepatuhan setiap semester bersama menggandeng firma hukum independen.
